Selasa, 20 November 2018 | 07:34 WIB
Meski Khawatirkan Cuaca, Petani di Jember Mulai Menanam Tembakau
Rabu, 4 Juni 2014 | 14:18 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews -Meski masih dibayangi kekhawatiran dengan cuaca yang masih diguyur hujan cukup tinggi, namun petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menanam tembakau jenis kasturi.

"Puncak musim tanam tembakau di Jember pada minggu pertama di bulan Juni. Namun sebagian petani yang memiliki lahan kering, sudah menanam tembakau lebih awal pada April. Dan ada juga petani yang menanam pada pertengahan Mei lalu," kata Hendro Handoko, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember, Rabu (4/6).

Tahun lalu petani melakukan tambal sulam, karena sebagian tanaman rusak akibat curah hujan yang cukup tinggi. Namun tahun ini, cuacanya justru mendukung para petani untuk menanam tembakau kasturi, katanya.

"Kalau di Jember bagian timur, barat, dan utara, sudah tidak pernah turun hujan. Sedangkan informasi yang kami terima, hujan masih mengguyur kawasan kota Jember. Dan mudah-mudahan segera memasuki musim kemarau," katanya.

Ia menjelaskan, luas lahan tembakau kasturi di Jember pada tahun 2013 mencapai 15 ribu hektare.

"Jember memang dikenal dengan Kota Tembakau. Dan sebagian petani masih tetap menanam tembakau, meskipun rugi jutaan rupiah akibat anomali cuaca yang tidak bisa diprediksi," katanya.

Sementara salah seorang petani tembakau, Iwan, mengaku, sudah menanam tanaman tembakau pada pertengahan Mei 2014 karena curah hujan di kawasan setempat sudah mulai berkurang.

"Puncak masa tanam tembakau memang awal Juni. Namun saya menanam lebih awal, karena melihat cuaca yang cukup mendukung untuk memulai tanam tembakau," ujarnya.  (ant/ds)