Selasa, 20 November 2018 | 07:00 WIB
Barito Utara Budidayakan Tanaman Buah Langka Kalimantan
Selasa, 12 Agustus 2014 | 12:08 WIB
Pohon manggis - [ist]

Skalanews -Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Kalimantan Tengah, Setia Budi menyatakan, Kabupaten Barito Utara, membudidayakan ratusan buah-buahan khas Kalimantan yang kini mulai sulit dicari.

"Tahun ini dikembangkan sekitar 500-an bibit buah-buahan langka yang tumbuh di kawasan hutan daerah ini, guna mencegah kepunahan," kata Setia, di Muara Teweh, Selasa (12/8).

Menurut dia, ratusan buah-buahan itu dikembangkan di kawasan sentra pembibitan hortikulutra pemerintah Kabupaten Barito Utara, di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu seluas 6,5 Hektare .

Buah-buahan langka yang hanya bisa didapat di sekitar hutan di kabupaten pedalaman Kalimantan Tengah itu, di antaranya tangkuhis, buku, kapul, manggis, dan tangaring.

"Buah-buahan ini dikembangkan menggunakan sistem okulasi, cangkok dan biji. Bibit ini diberikan secara cuma-cuma kepada warga, berserta pupuk kandangnya," kata dia.

Budi menjelaskankan, buah-buahan lokal ini sebagian sudah ditanam pada beberapa tahun lalu di kawasan pembibitan ini, dengan dengan sistem terasering di kawasan berbukitan dan tempat ini dijadikan pusat agrowisata.

Selain itu sentra agrowisata tersebut, juga dikembangkan tanaman jenis empun-empun, yaitu serai, jahe, laos dan temu kunci, serta tanaman obat langka diantaranya saluang belum, pasak bumi dan mahkota dewa.

Juga pohon buah-buahan lain, di antaranya salak tanpa biji, kelengkeng dataran rendah, cempedak lokal, cempedak king (tanpa biji), alpukat, mangga, jeruk siam, duku palembang, dan rambutan rapiah, serta ratusan durian dari berbagai jenis baik varietas lokal dan unggul nasional

"Untuk durian kita mempunyai varitas lokal jenis gantar bumi, yang dipatenkan menjadi unggul nasional yang dikembangkan dengan pola ukolasi," kata dia. (ant/ds)