Selasa, 21 Mei 2019 | 07:36 WIB
Tersangka dendam karena sakit hati setelah permohonan untuk pinjam uang sebesar Rp500 ribu kepada korban Freddy ditolak.
Pembunuh Satu Keluarga Dibekuk
Kamis, 24 Februari 2011 | 19:08 WIB
-
Jajaran Reskrim Polres Probolinggo Kota dan Polres Lumajang yang diback up Polda Jawa Timur, dalam waktu tiga kali 24 jam berhasil meringkus lima tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di kota setempat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Puji Astuti saat gelar perkara di Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (24/2/2011), menjelaskan, keberhasilan jajarannya menangkap lima tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di ruko Jl Sudirman, Kota Probolingg, Minggu (20/2) lalu atas kerja keras empat tim jajaran Resklrim Polres Probolimggo Kota, Polres Probolinggo, Polres Lumajang, dan memperoleh backup Polda Jawa Timur.

"Hanya dalam waktu tiga kali 34 jam, para pelaku sudah berhasil diringkus di Lumajang," kata Kombes Pol Puji Astuti

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Agus Wijayanto yang mendampinginya menyebutkan, kelima tersangka pelaku pembunuhan terhadadap satu keluarga itu, empat tersangka tertangkap di Lumajang, dan seorang tersangka tertangkap di Probolinggo.

Disebutkan kelima tersangka yaitu Mnr (29) warga Randupakis, Lumajang, Mt (31) warga Umbul, Randuagung, Lumajang, R (17), warga Sumberasih, Probolinggo, M (240,warga Randupakis, Lumajang, dan P (31), warga Umbul, Randuagung Lumajang.

Kapolres menjelaskan,kelima tersangka mempunyai peran masing-masing, ada yang menjadi perencana, pengawas, serta pelaku, dan penadah.

Kapolres juga mengungkapkan, pembunuhan dilakukan dengan telah direncanakan terlebih dulu. Sehingga dalam pelaksanaannya ada dua tersangka yang bertugas mengawasi situasi dari luar, dan ada pula yang masuk lewat genting dan melaksanakan pembunuhan.

Dijelaskan, berdasar pengakuan para tersangka, mereka berempat datang bersama-sama dari Lumajang dengan hanya berboncengan sebuah sepeda motor Yamaha Bebek N 4583 ZO.

Sesampai tempat yang dituju, di depan Ruko Pusaka Jaya di Jl . PB sudirman Kota Probolinggo, dua tersangka R dan M bertugas mengawasi situasi. Dua tersangka lainnya Mnr, dan Mt masuk lewat genting.

Tersangka Mnr dan Mt pertama masuk ke kamar Siti Asyiah, seorang pembantu yang kemudian sekap dengan menutupmata danmulutnya dengan lakban. Tersangka Mt kemudian berturut-turut mengeksekusi Yuli Melyanti (28), Mulyani (58), dan Freddy Yuwono (22) yang berada dalam satu ruangan dengan cara melukai menggunakan celurit.

Terakhir, kedua tersangkan Mnr, dan Mt kemudian memasuki kamar Sri Murnai dan mengeksekusi dengan cara menjerat dan membentur-benturkan kepalanya ke lantai hingga tewas.

Korban Yuli dan Freddy adalah anak Mulyani. Sedangkan SriMurni adalah kakak Mulyan atau Bibi Yuli dan Freddy.

Setelah mengetahui para korban telah tewas, para pelaku kemudian menjarah harta benda milik krban diantaranya,sejumlah rokok dagangan, sejumlah handphone, serta sepeda motor Yamaha Bebek N5728 RV dan keluar lewat pintu gulung (rolling door).

Keempat pelaku kemudian kembali lagi bersama-sama keLumajang dengan menggunakan dua unit sepeda motor dsan kemudian saling berpencar untuksaling menyelamatkan diri.

Barang bukti milik tersangka yang digunakan tindak kejahatan diantaranyaa,dua bilah celurit, tali, linggis, dan sepada motor, serta harta benda milik korban diantaranya rokok dagangan, handphone, serta sepeda motor kinidisita Polres Probolinggo sebagai barang bukti kejahatan.

Kasus pembunuhan dengan empat korban dalam satu ikatan keluarga dalam sebuah Rukodijl  Sudirman di Kota Probolinggo kemudian terungkap Minggu (20/2)pagi setelah diketahui oleh warga sekitar.

Kapolres mengungkapkan, untuk sementara diketahui motif pembunuhan karena sakit hati dan dendam. Tersangka dendam karena sakit hati setelah permohonan untuk pinjam uang sebesar Rp500 ribu kepada korban Freddy ditolak.

Freddy menolak permintaan tersebut karena diketahui Mnr masih mempunyai tunggakan utang yang juga belum dibayar.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Agus Wijayanto mengungkapkan, pengungkapan kasus pembunuhan bisa cepat terungkap berkat hasil olah TKPserta sejumlah keterangan saksi warga sekitar.

Dari sejumlah ketarangan dan bukti polisi kemudian menangkap tersangka P (31) seorang wanita warga Umbul, Randuagung,Lumajang yang menjadi penadah hasi lkejahatan.

Dari keterangan P, polisi kemudian menangkap tersangka lainnya di Lumajuang dan Probolinggo. ()