Senin, 20 Mei 2019 | 06:32 WIB
"Sanksi yang diberikan kepada mereka yang tidak masuk pada hari pertama kerja tanpa alasan yang jelas bisa berupa administratif sampai pemotongan gaji. Untuk jumlahnya tidak bisa saya sebutkan."
Absen Pertama Kerja, Gaji PNS Terancam Dipotong
Senin, 5 September 2011 | 13:33 WIB
-
CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija menegaskan bahwa pihaknya mengancam akan memotong gaji sekitar 160 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya jika pada hari pertama kerja untuk PNS pascalibur lebaran, tidak masuk kerja.

"Sanksi yang diberikan kepada mereka yang tidak masuk pada hari pertama kerja tanpa alasan yang jelas bisa berupa administratif sampai pemotongan gaji. Untuk jumlahnya tidak bisa saya sebutkan," katanya, di Cimahi, Senin (5/9).

Sekitar 10 persen dari 1600 PNS di lingkungan Pemkot Cimahi, pada hari pertama ini tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Kendati demikian, ia Itoc, menilai jumlah 10 persen PNS yang absen tersebut masih dalam kategori wajar. Sehingga, dirinya tidak akan memberikan sanksi keras.

Dalam sambutan apel paginya, Itoc meminta para PNS membuktikan kinerjanya sebaik mungkin. Terlebih, saat ini banyak pihak yang mempertanyakan kontribusi PNS dibandingkan dengan beban yang ditimbulkannya terhadap keuangan negara. Diharapkannya, PNS Cimahi tidak hanya melihat tapi juga mendengar dan berbuat.

Wakil Wali Kota Cimahi Eddy Rachmat saat melakukan sidak ke setiap ruangan dinas yang ada di Sekretariat Daerah Kota Cimahi, ditemukan sebanyak 8 persen PNS tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Seperti saat melihat ruangan di Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) didapati lima PNS tidak masuk kerja.

"Di Diskopindagtan dari jumlah PNS sebanyak 76 orang yang terdaftar, 71 orang hadir. Sedangkan Dinas Kesehatan dari jumlah 82 sebanyak 74 yang hadir, dengan cuti 6 orang dan izin 2," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kepegawaian Daerah (KKD) Kota Cimahi, Dantje Sunanda mengatakan, semenjak diterapkannya sistem absensi elektronik dengan identifikasi sidik jari dirasakan cukup efektif dalam meningkatkan kedisiplinan PNS. Hal ini terbukti dengan menurunnya jumlah PNS Pemkot Cimahi yang tidak hadir dalam apel pagi hingga tiga puluh persen.

"Sebelum ada absensi elektronik, PNS yang tidak hadir saat apel pagi selalu lebih dari seratus orang. Namun, pascapenerapan sistem absen elektronik minggu lalu tersebut, jumlah ketidakhadiran PNS dalam apel pagi menurun hingga tiga puluh persen," ujarnya.

Penurunan tersebut, kata Dantje, terjadi bertahap selama seminggu sejak penerapan absensi elektronik tersebut. "Kedisiplinan dan kinerja tinggi seharusnya memang tertanam dalam diri seorang PNS tanpa memandang sistem absen apapun yang diterapkan di instansi tempat mereka bekerja," katanya. [mad]