Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:02 WIB
"Dana ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha penangkapan ikan di laut, seperti membeli dan memperbaiki mesin, jaring dan perahu."
Horee... Nelayan Lampung Selatan Dapat Dana dari Pemerintah
Selasa, 13 September 2011 | 10:52 WIB
-
KALIANDA, LAMPUNG - Sejumlah kelompok nelayan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mendapatkan dana segar dari Pemerintah. Dana tersebut diperuntukan pengembangan usaha penangkapan ikan di laut.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan Sutaryono, di Kalianda, Selasa (13/9). Bantuan tersebut, menurut dia, diberikan kepada delapan kelompok nelayan senilai Rp100 juta per kelompok.

Setiap kelompok yang mendapatkan bantuan sebesar Rp100 juta terdiri atas 10 orang masing-masing mendapat dana Rp10 juta. "Dana ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha penangkapan ikan di laut, seperti membeli dan memperbaiki mesin, jaring dan perahu," ujarnya.

Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan program yang masuk dalam kelompok usaha bersama (KUB) sesuai dengan rencana usaha bersama (RUB) yang diajukan oleh masing-masing kelompok kepada DKP Provinsi Lampung.

"Program tersebut sejak dua tahun lalu dan tahun ini baru terealisasi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya.

Penerima bantuan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalianda, Rajabasa dan Sragi karena merupakan daerah pesisir pantai yang bertumpu pada penangkapan ikan di laut.

Sebelumnya, katanya, pendaftar bantuan sebanyak 39 kelompok, namun berdasarkan hasil seleksi, DKP Provinsi Lampung hanya memilih delapan kelompok yang memenuhi syarat mendapat bantuan tersebut.

Menurut Sutaryono, bantuan ini harus dipertanggungjawabkan dan digunakan sesuai kebutuhan yang tercatat dalam pengajuan RUB. "Kami akan mengawasi dan mendampingi agar dana tersebut digunakan dengan baik," katanya.

Program untuk peningkatan kesejahteraan ini akan dievaluasi setiap satu tahun agar kelompok nelayan benar-benar mandiri dan pendapatannya meningkat dari hasil penangkapan ikan di laut.

"Jika ada anggota kelompok yang menyelewengkan dana, akan digantikan nelayan lain, dan tahun depan tidak akan mendapatkan bantuan kesejahteraan lagi," pungkasnya. [mad]