Minggu, 26 Januari 2020 | 22:30 WIB
Kericuhan terjadi saat sebuah truk menerobos kerumunan warga yang memblokade pintu masuk jalan utama menuju proyek PLTU Unit 2 Jateng.
Demo PLTU Bunton Diwarnai Kericuhan
Sabtu, 1 Oktober 2011 | 14:20 WIB
ilustrasi -
Skalanews - Kericuhan mewarnai aksi demo warga di jalan utama menuju proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 Jawa Tengah, di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap, Sabtu (1/10).

Kericuhan terjadi saat sebuah truk menerobos kerumunan warga yang memblokade pintu masuk jalan utama menuju proyek PLTU Unit 2 Jateng (PLTU Bunton) di Jalan Wiling, Desa Penggalang, Adipala.

Tindakan pengemudi truk itu memancing emosi warga. Bahkan, beberapa orang sempat memukul sang sopir.

Pemukulan tersebut dilerai oleh polisi yang mengamankan unjuk rasa tersebut, dan mempersilakan truk untuk lewat.

Kendati demikian, massa tidak bisa mengendalikan emosi. Mereka melempari truk tersebut menggunakan batu.

Emosi massa akhirnya dapat diredam setelah "Project Manager" PLTU Bunton Djarot Hutabri, yang datang menemui mereka untuk melakukan negosiasi.

Dalam pembicaraan tersebut, beberapa perwakilan warga menuntut penyelesaian pembayaran perbaikan Jalan Laut yang menghubungkan Adipala-Bunton, perbaikan Jalan Wiling-Wlahar-Adipala, penyelesaian pembayaran atau pelunasan kepada kontraktor dan penyuplai lokal, serta adanya peluang pekerjaan, usaha, dan suplai material bagi warga lokal sebagai perwujudan otonomi daerah Cilacap.

Selain itu, warga juga menuntut aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh subkontraktor Argawastu, Jakarta dihentikan hingga adanya penyelesaian pembayaran.

Terkait tuntutan tersebut, Djarot Hutabri mengatakan, apa yang dituntut warga masih dalam proses dan pihaknya juga telah berupaya menyosialisasikannya melalui kepala desa setempat. (buj)