Senin, 23 September 2019 | 11:59 WIB
Karakteristik ikan beku berformalin antara lain kondisi ikan itu tidak akan rusak meski disimpan pada suhu 25 derajat Celcius, warna daging ikan putih bersih, kenyal, dan tidak berbau amis.
Ikan Beku Impor di Pekalongan Diduga Terkontaminasi Formalin
Minggu, 30 Oktober 2011 | 16:26 WIB
Ikan beku impor -
Skalanews - Di sejumlah pasar Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ikan beku impor yang beredar diduga terkontaminasi formalin. Ikan tersebut sangat berbahaya dikonsumsi, karena berbahaya bagi kesehatan manusia.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan Kota Pekalongan Betman Edward di Pekalongan, Minggu (30/10). Untuk menekan peredaran ikan beku itu, menurut dia, Pemkot akan menyiapkan regulasi.

"Kebijakan itu akan kami jadikan acuan dalam menentukan sikap saat menemukan ikan beku yang terindikasi mengandung formalin tersebut," katanya menegaskan.

Ikan beku berformalin itu, lanjut Betman, diduga beredar lama di pasaran Kota Pekalongan karena aktvitas lelang di tempat pelelangan ikan (TPI) setempat sedang sepi. "Ikan beku berformalin itu berasal dari Cina dan makanan lauk itu dipasok dari Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi," ujarnya.

Di pasaran, ungkap dia, harga ikan beku tersebut dijual ke konsumen lebih mahal jika dibanding ikan lokal karena terkadang dilakukan dengan sistem kredit.

Karakteristik ikan beku berformalin antara lain kondisi ikan itu tidak akan rusak meski disimpan pada suhu 25 derajat Celcius, warna daging ikan putih bersih, kenyal, dan tidak berbau amis. Awalnya ikan berformalin itu digunakan untuk umpan menangkap ikan tetapi kini justru dikonsumsi manusia.

"Karena itu, kami berharap pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi peredaran ikan impor yang mengandung formalin itu. Jika pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan tentang ikan berformalin, pemda tidak perlu mengeluarkan peraturan daerah," tandasnya. [mad]