Senin, 9 Desember 2019 | 11:38 WIB
Menurut Baasyir, mereka dikatakan kafir karena menolak Islam.
Ba'asyir Tuding Semua Presiden RI Kafir
Senin, 25 April 2011 | 18:25 WIB
-
Jakarta - Karena tidak ingin menerapkan hukum Islam, terdakwa kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir menuding pemerintahan Indonesia dari presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah kafir. Pernyataan itu diucapakan Ba'syir saat persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin (25/4) .

Menurut Baasyir, mereka dikatakan kafir karena menolak Islam. Walaupun, hanya menolak satu ayat saja. Baasyir menegaskan siapa yang mengaku Islam tetapi tidak mengatur Islam itu kafir. "Kecuali, dia memang belum mampu," ujarnya.

Ba'asyir juga mengatakan dirinya setuju dengan adanya Negara Islam Indonesia (NII). Karena, menurut dia NII itu wajib dalam ajaran agama Islam. "Kalau nggak itu namanya murtad" kata dia.

Namun, amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tak setuju dengan perampokan bank CIMB di Medan. Kata dia bukan termasuk idad atau mengambil barang milik orang kafir. "Bukan idad itu perampokan itu ya murni perampokan" kata Ba'asyir.

Idad menurut dia, mengambil barang milik orang-orang kafir ketika orang kafir tersebut menyerah dalam sebuah peperangan dan digunakan untuk keperluan syariat. "Saya dengar kemarin waktu kesaksian, mereka merampok dan uangnya dipakai sendiri, ya itu merampok namanya bukan idad" kata Ba'asyir.

Meskipun Bank CIMB milik orang kafir, kata dia tapi merampok dengan cara seperti itu tidak dibenarkan.

Sebelumnya, Ba'asyir juga tak membenarkan aksi bom Serpong yang diduga diotaki Pepi Fernando. Menurut Ba'asyir, mengganggu orang beribadah pada Tuhan itu tak dibenarkan agama Islam.

"Jadi di dalam Islam, itu nggak benar. Mungkin mereka beranggapan yang sedang beribadah itu kafir," kata Ba'asyir.

Ba'asyir didakwa terlibat dalam jaringan terorisme di Indonesia. Dia diduga berperan sebagai donatur pelatihan militer di Aceh. Kejaksaan menuntut Ba"asyir pasal berlapis Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, Ba'asyir terancam hukuman mati.

Ba'asyir juga dituduh merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan aksi teror, serta telah menggunakan senjata api, amunisi, atau bahan peledak secara ilegal. Menurut jaksa, semua itu dilakukan Ba'asyir sejak Februari 2009 hingga Maret 2010. (zhank's/dom)