Sabtu, 16 November 2019 | 06:41 WIB
Pasca reformasi 1998, Indonesia terus melakukan konsilidasi dalam rangka demokratisasi.
Presiden SBY Katakan Indonesia Terus Melakukan Konsilidasi
Kamis, 19 Mei 2011 | 18:33 WIB
Propek kudeta militer tak ada dinegeri ini -
Jakarta - Kondisi politik Indonesia dianggap stabil. Proses Pemilu digelar lima tahun sekali dan kebebasan pers selalu terjaga. Tak ada prospek bagi kudeta militer di negeri ini.

Itulah pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyambut delegasi international reporting project dari Amerika Serikat (AS). Rombongan yang terdiri dari editor dari sejumlah media di AS itu sudah berada dua minggu di Indonesia.

"Pemilu kami gelar lima tahun sekali, masyarakat sipil terus berkembang, kebebasan pers masih hidup dan dinamis. Tidak ada prospek kudeta militer," kata SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (19/5/2011).

SBY menjelaskan bahwa proses reformasi di Indonesia masih berjalan. Masalah dan tantangan pun terus datang menghampiri dalam setiap pemerintahan.

"Sekarang Indonesia terus melakukan konsolidasi dalam proses demokrasi secara berkelanjutan, membangun kembali ekonomi dan melakukan penegakan hukum. Termasuk pencegahan korupsi dan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik serta otonomi daerah," jelasnya.

Program toleransi antar-umat beragama juga terus dilakukan. SBY yakin, pemerintahannya dalam kondisi sehat.

"Tantangan lainnya adalah bagaimana caranya untuk menyeimbangkan aturan hukum dan toleransi. Kebebasan tanpa kehormatan dalam pandangan saya bisa menjurus pada pembusukan politik," ucapnya.

Pertemuan selesai pada pukul 16.00 WIB. Rencananya rombongan dari AS tersebut akan kembali ke negaranya besok. (pay)