Senin, 22 April 2019 | 22:08 WIB
Dalam pertimbangannya pansel tidak hanya menilai dari makalah yang diajukan para kandidat, tapi juga rekam jejak selama ini.
Ade, Chandra dan Johan Tak Lolos Bukan Karena Nazaruddin
Jumat, 29 Juli 2011 | 18:52 WIB
-
Jakarta - Panitia seleksi (Pansel) tidak meloloskan tiga pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M. Hamzah, Ade Raharja dan Johan Budi dalam seleksi makalah kompetensi dan personal.

Sekretaris Pansel Achmad Ubbe, Jumat (29/7), menandaskan, tidak lolosnya ketiga pejabat KPK itu tidak ada hubungannya dengan 'nyanyian' Nazaruddin tentang mereka. "Kami tidak mempertimbangkan Nazaruddin, tetapi lebih kepada orang-orang yang lulus tidak menjadi sasaran tembak," imbuhnya.

Tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games  Nazaruddin, sebelumnya menuding  Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah bersama Direktur Penindakan Ade Rahardja pernah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pada akhir Juni lalu dan membangun kesepakatan agar pengusutan korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games hanya sampai pada Nazaruddin sebagai tersangka.

Imbalan dari kesepakatan itu, sambung Nazaruddin, Demokrat akan memperjuangkan Chandra dan Ade untuk terpilih sebagai pimpinan Komisi Antikorupsi periode berikutnya. Namun hal ini dibantah oleh para petinggi KPK.

Achmad Ubbe menambahkan, dalam pertimbangannya pansel tidak hanya menilai dari makalah yang diajukan para kandidat, tapi juga rekam jejak selama ini.  

Dalam memutuskan siapa yang lolos, kata Ubbe, pansel mengharap KPK tak menjadi sasaran tembak di kemudian harinya."Jika menjadi sasaran tembak dikhawatirkan KPK ke depan tidak memenuhi tugasnya memberantas korupsi," ujarnya.
 
Keputusan pansel tidak meloloskan tiga pejabat KPK ini mendapat tanggapan positif berbagai pihak. Pakar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Jimly Ashiddiqie, misalnya. Dia mengaku, bersyukur Chandra Hamzah tidak lolos. "Untuk kepentingan dan menjaga citra dari lembaga, jadi sebaiknya dia memang tidak lagi menjabat," ucapnya, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan.

Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak menghakimi Chandra dan memberikan kesempatan kepadanya selama sisa masa jabatannya. "Kesempatan dia tiga bulan untuk mengabdi, ya, kita mengertilah dan kita beri kesempatan," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah. Dia menilai pansel sudah bekerja profesional dengan tidak meloloskan Chandra dan Ade Rahardja sebagai kandidat pimpinan KPK."Calon-calon dari internal KPK memang tidak patut lolos jadi pimpinan mendatang," tegasnya kepada wartawan.

Menurut politisi PKS ini, aparat penegak hukum yang sudah disebut dan diduga melakukan pelanggaran etika sebaiknya memang tidak perlu diloloskan dalam seleksi selanjutnya. Pasalnya, posisi pimpinan KPK harus penuh dengan integritas.

"Semua yang dari KPK tidak layak lolos karena pengalaman yang sudah terbukti gagal, sembilan tahun korupsi enggak hilang-hilang," pungkasnya. (zhank's/yan)