Minggu, 26 Januari 2020 | 14:53 WIB
Massa FPI kembali mendesak SBY membubarkan Ahmadiyah.
Mahasiswa dan Ormas Islam Kepung Istana
Sabtu, 30 Juli 2011 | 14:04 WIB
foto tempo interaktif -
Jakarta - Dua kelompok massa dari Jaringan Kampus (Jarkam) dan Front Pembela Islam (FPI), Sabtu (30/7), menggelar aksi di depan Istana Negara.

Dua tuntutan berbeda diajukan dua kelompok ini. Jarkam yang terdiri dari beberapa aktivis kampus menuntut agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono segera mundur dari jabatannya karena dinilai gagal.

"Kami minta SBY-Boediono mundur sekarang juga karena sudah gagal total dalam segala bidang, terutama dalam menyejahterakan rakyat dan memberantas korupsi," ujar juru bicara Jarkam, Deni Ardiansyah.

Demo mereka diwarnai dengan rantai diri peserta aksi yang mengenakan baju bertuliskan "SBY Mundur Sekarang Juga'.

Sementara FPI dengan jumlah massa lebih besar dalam aksinya menuntut pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah. Dalam aksinya, mereka mengusung spanduk bertuliskan ; "Kami Indonesia bukan negara Islam, tapi bukan juga negara Setan."

Selain pembubaran Ahmadiyah, massa FPI juga meminta Presiden SBY untuk menghentikan penangkapan anak bangsa atas nama pemberantasan terorisme, menerapkan hari libur sekolah dan menggantinya dengan pesantren Ramadhan, menutup tempat hiburan dan melarang penayangan TV yang tidak mendidik serta menodai makna Ramadhan.

Aksi dua massa ini berjalan damai dengan kawalan anggota polisi dari Polres Jakarta Pusat. Kendaraan water cannon juga tampak bersiaga di lokasi, sementara kawat berduri dibentangankan di depan jalan istana.  (Wah/Dip)