Senin, 23 September 2019 | 12:01 WIB
Hidayat Nur Wahid berharap ini menandakan khazanah fikiq kita. Biarkan berjalan, umat tidak perlu bingung dengan penetapan 1 Syawal 1432 H yang tidak sama
Berharap Beda Idul Fitri Tidak Merusak Umat
Selasa, 30 Agustus 2011 | 13:33 WIB
-
Jakarta – Mantan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menegaskan agar ketetapan pemerintah soal  Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H harus dihormati.  

Hal itu disampaikan oleh Hidayat Nur Wahid kepada wartawan seusai menjadi Khatib Shalat Ied di Mesjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Menurut Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dengan adanya perbedaan tersebut umat tidak perlu bingung.

"Saya berharap ini menandakan khazanah fikiq kita. Biarkan berjalan, umat tidak perlu bingung dengan penetapan 1 Syawal yang tidak sama," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, kalau semua perbedaan itu sebagai upaya maksimal berdasarkan ketentuan Allah untuk menghadirkan Idul Fitri ini sehingga berharap tidak akan merusak umat. Namun malah mendewasakan umatnya.

"Memang dalam kehidupan beragama memberi ruang untuk sesuatu yang berbeda," ujarnya. Dia lantas memberikan contoh seperti pada pelaksanaan haji dan zakat. Fikiq memang memberi ruang perbedaan dalam hal itu.

"Kebersamaan semacam ini, penting. Tidak perlu saling mencaci. Seharusnya malah menguatkan, semangat Bhineka Tunggal Ika," kata Hidayat. [kgi]