Senin, 14 Oktober 2019 | 03:46 WIB
Ia melakukan hal tersebut sebagai bentuk protesnya karena maraknya aksi korupsi di negeri ini.
Protes ke KPK, Mantan Kepala Telkom Yogyakarta Sayat Dahinya
Kamis, 15 September 2011 | 23:31 WIB
Aksi protes Mantan Kepala PT Telkom, Yogyakarta, Arifin Mardianto di depan Gedung KPK yang mengharapkan penegak hukum bisa menuntaskan kasus korupsi y -
Jakarta - Mantan Kepala Telkom Yogyakarta Arifin Mardianto tiba-tiba melakukan tindakan yang berani di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Arifin tiba-tiba berteriak dengan merantai kakinya kemudian mengeluarkan silet dari tas hitamnya. Ia menyayat dahi sampai 15 cm, darah mengalir ke wajahnya.

"Saya melakukan ini sebagai sikap protes saya atas maraknya kasus kasus korupsi di negara ini," ujar Arifin usai menyayat dahinya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (15/9).

Selain itu, aksi merantai kaki menurutnya adalah gambaran KPK hari ini terbelenggu. Ia mengaku melakukan aksi tersebut atas inisiatif dirinya bukan titipan.
 
"Saya ingin bertemu dengan pimpinan KPK. LSM-LSM jangan kebanyakan diskusi dukung KPK. Aksi rantai ini sebagai tanda KPK sudah terbelenggu, saya independen, tidak ada titipan dari orang lain," teriak Arif dengan lantang.

Sontak aksi nekad arif menarik perhatian puluhan wartawan yang sedang menunggu  usai pemeriksaan anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh di Gedung KPK.

Untuk itu, dirinya mendesak agar bisa menemui pimpinan KPK. Arifin juga meminta lembaga Ad Hoc ini bisa menuntaskan berbagai kasus korupsi seperti kasus Nazaruddin, Century dan Gayus Tambunan. "KPK konsisten jangan terpengaruh, tuntaskan korupsi sampai ke akar-akarnya,"dukungnya. (duh)