Selasa, 20 November 2018 | 07:01 WIB
'Aqua Card' Dijadikan Sebagai Perangsang Kualitas Perikanan
Rabu, 9 Juli 2014 | 07:39 WIB
Ilustrasi -

Skalanews - Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya (PB) Slamet Soebjakto mengatakan Aqua Card yang telah dibagikan kepada 400 pembudidaya perikanan akan menjadi perangsang kualitas budi daya perikanan.

"Melalui kartu tersebut, usaha budi daya ikan menjadi mudah untuk diawasi, dikendalikan dan mampu meningkatkan efisiensi usaha. 'Aqua Card' merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan daya saing produk perikanan budi daya," kata Slamet di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, melalui kartu tersebut akan memberi kemudahan bagi para pembudidaya perikanan untuk mengembangkan usahanya, seperti kemudahan mendapatkan kredit di bank. Terlebih jika pembudidaya memiliki rekam jejak yang baik dalam kredit.

Dia mengatakan kartu itu juga mampu menjadi basis data dan telusur usaha budi daya.

"Kartu tersebut menjadi pengendali teknis, pengendali mutu dan juga pencatat data. Jadi bisa berfungsi sebagai sarana pengendali kualitas dan jaminan kualitas produk perikanan budi daya," katanya.

Lebih lanjut, kartu tersebut akan menyimpan berbagai data seperti lokasi usaha, jenis usaha, wadah budi daya dan juga jenis sertifikasi yang didapat oleh pembudidaya perikanan. Sertifikasi itu seperti Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

Data di Aqua Card dapat diakses lewat internet seperti melalui ponsel cerdas ataupun perangkat komputer.

"Melalui kartu tersebut akan dicatat berbagai perkembangan kegiatan pembudidaya pemegang kartu. Dengan kata lain, kartu ini akan berfungsi sebagai rapor yang menyimpan data-data tentang usaha budi daya," kata dia.

Dia mengatakan Aqua Card akan sangat bermanfaat dalam peningkatan kualitas budi daya perikanan. Sehingga harus dimiliki oleh empat golongan yang terlibat dalam budi daya ikan di antaranya pembudidaya, pembenih, teknisi dan auditor di bidang pembenihan dan pembudidayaan.

"Kartu dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana usaha budi daya sudah menjalankan prosedur yang telah ditetapkan secara cepat dan tepat."

"Manfaat lainnya, pembudidaya mendapatkan kepastian pembinaan dan bimbingan baik dari pemerintah melalui penyuluh maupun teknisi. Pembudidaya juga akan mendapatkan kemudahan dalam pemasaran hasil produksinya," kata Slamet.

Dia menyebutkan ada tiga macam kartu yaitu Aqua Card B untuk pembudidaya ikan, Aqua Card H untuk pembenih ikan serta Aqua Cards untuk teknisi budi daya.

Sementara itu, kartu tersebut juga akan mendorong pembudidaya agar terus meningkatkan kualitas budi daya perikanannya. Alasannya, kartu tersebut merekam berbagai aktivitas pembudidaya termasuk rekam jejak yang kurang baik.

"Kalau nanti diketahui sang pemilik kartu hanya mencatatkan nilai kredit sebesar nol, maka kepemilikian Aqua Card di tahun ketiganya akan dicabut. Artinya, dia tidak akan mendapatkan berbagai benefit kartu," katanya. (ant/mar)