Sabtu, 22 Februari 2020 | 17:12 WIB
Batal Bersalaman dengan SBY, Ratusan Warga Difabel Kecewa
Selasa, 29 Juli 2014 | 09:26 WIB
ilustrasi - [sby-presiden]

Skalanews - Ratusan warga penyandang cacat atau difabel kecewa lantaran batal berjabat tangan dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara open house di Istana Negara, Senin (28/7).

"Kecewa enggak bisa salaman sama Presiden," kata Ana (40), salah satu warga difabel asal Cinere, Depok di halaman Sekretariat Kabinet, kompleks Istana Kepresiden, Jakarta.

Padahal, pada lebaran sebelumnya dia pernah sekali bersalaman dengan Presiden SBY pada lebaran sebelumnya.

Segendang sepenarian dengan Ana, salah seorang warga difabel lainnya, Lukimin (35), asal Jati bening, Bekasi juga mengungkapkan hal yang sama.

Lukimin mengatakan, sebelum digiring ke gedung sekretariat kabinet, dia dan warga difabel lainnya dikumpulkan di Monas.

"Agak nyesel sekarang. Saya ingin jabatan sama beliau (SBY). Kecewa. Saya sebenarnya ingin bertemu dengan pak SBY," katanya.

Sedangkan salah seorang warga difabel lainnya, Supriyanti, mengaku sejak dari pukul 07:00 WIB mereka dikumpulkan di Monas.

"Sejak jam 07:00 wib pagi. Kalau sekarang enggak dapet kesempatan lagi ya enggak tahu ya?," ungkapnya.

Sekedar informasi, ratusan warga penyandang cacat atau difabel diundang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam acara open house yang digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Mereka yang berjumlah sekira 900 orang itu digiring ke gedung Sekretariat Kabinet, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Di sana, kedatangan mereka disambut Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi Ahmad Yani Basuki.

Dikatakan Ahmad Yani, hanya 15 warga difabel sebagai perwakilan yang diperkenankan berlebaran dengn Presiden SBY kali ini.
?
Setelah mendapat penjelasan, mereka dibagikan amplop dari SBY. Tiap amplop berisi uang Rp300 ribu. Kemudian, yang telah menerima amplop, jarinya ditandai tinta biru untuk stampel.

Tak hanya itu, setelah keluar dari gedung, mereka dibagikan nasi kotak. (Deddi Bayu/bus)