Selasa, 18 Februari 2020 | 03:30 WIB
Basarnas Diminta Optimalkan Pencarian AirAsia
Senin, 29 Desember 2014 | 00:14 WIB
Basarnas diminta Oprimalkan pencarian AirAsia - [ist]

Skalanews - Lambannya pencarian korban pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang di Belitung Timur oleh pemerintah, Minggu (28/12) terus menuai kecaman. Alasannya, jika pemerintah cepat melakukan pencarian, tentunya bisa cepat pula menemukan keberadaan pesawat hilang tersebut.

Anggota DPR RI fraksi Gerindra, Bambang Haryo mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengimbau kepada pemerintah agar keberadaan Basarnas di Jakarta untuk dipindah.

"Seharusnya pemerintah membuat Basarnas dua dengan penempatan di posisi tengah. Yaitu untuk wilayah barat dibuat di Belitung dan untuk di wilayah Timur dibuat di Batulicin. Bukan ditempatkan di Jakarta atau di Surabaya. Jarak tempuhnya akan jauh jika ada peristiwa kecelakaan di daerah-daerah,"ungkap pria yang juga pengusaha angkutan laut ini.

Bambang  mengatakan Basarnas juga harus menambah personel dan peralatannya mengingat jumlah kecelakaan dalam moda transportasi saat ini semakin hari semakin bertambah.

"Jumlah harus ditambah personelnya dan peralatannya harus memadai. Harus ditingkatkan sisi armadanya. Semua unsur, Basarnas, TNI AL dan AU juga," sambung Bambang Haryo.

Soal keberadaan BMKG yang memberikan peringatan (warning) adanya awan CB di dunia penerbangan, Bambang dengan secara tegas menyebut BMKG sering membuat prakiraan ngawur.

"BMKG sering ngacau juga. Nggak kondisi hujan dibilang hujan. Pilot lebih percaya prakiraan cuaca dengan pengalamannya dan peralatannya dibanding dari BMKG," jelasnya.

Atau, tambah Bambang , pilot juga kerap memajukan jam terbangnya tentu untuk mencari cuaca baik. "Kita ambil contoh kasus hilangnya AirAsia. Pesawatnya berangkatnya dimajukan lebih pagi hari. Semua pasti tahu kalau pagi cuacanya cerah sekali sehingga prakiran cuaca BMKG sering diabaikan oleh pilot," tandasnya. (Wahyu/bus)