Minggu, 19 Januari 2020 | 15:40 WIB
Kemenaker Umumkan 49 Perusahaan Langgar Aturan THR
Selasa, 11 Agustus 2015 | 20:56 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengumumkan 49 perusahaan pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) berdasar laporan Posko Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan Peduli Lebaran.

Berdasarkan laporan Posko Pemantauan THR, kata Hanif, ke-49 perusahaan yang pelanggaran THR tahun ini terjadi di 9 Provinsi.

“Dari total 49 perusahaan yang diadukan, sebanyak 12 perusahaan telah berhasil diselesaikan permasalahan dan dibayarkan THR-nya," kata Hanif di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (11/8).

"Sebanyak 19 perusahaan masih dalam dalam proses penyelesaian ditingkat mediasi dan Pengadilan Hubungan Industrial," sambung Hanif.

Sedangkan, lanjut Hanif, 18 perusahaan lainnya masih dalam proses pemeriksaan, investigasi dan pendalaman oleh petugas mediator dan pengawas ketenagakerjaan.

Dikatakan Hanif, untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan masalah pembayaran THR tersebut, pihak Kemenaker melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan Disnaker yang bersangkutan baik melalui surat tertulis dan hubungan per telepon.
 
“Langsung kita tindaklanjuti bersama dengan Disnaker setempat agar dicarikan pokok permasalahan dan solusi terbaiknya," kata Hanif.
 
Dalam rincian Posko Ketenagakerjaan Peduli Lebaran, 49 perusahaan yang diadukan karena diduga melakukan pelanggaran THR. Posko Pengaduan pembayaran THR telah berhasil menyelesaikan permasalahan dan THR-nya  telah dibayarkan oleh 12 perusahaan.
 
Adapun 12 pengaduan masalah THR telah dapat diselesaikan dan telah dibayarkan THR-nya terdiri dari:

1 PT. Santosa Agrindo Feedlot Jafpa di Provinsi Lampung.
2 PT. Sugar Group Companies di Provinsi Lampung.
3 PT. Inti Persero di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.
4 PT. Oriental Electronics Indonesia di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
5 PT. Koreana Seed Indonesia di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.
6 PT. United Shipping Indonesia di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.
7 PT. Garam Madura di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.
8 PT. Ad Pacific di Kabupaten Bitung Provinsi Sulawesi Utara.
9 PT. Pusaka Nusantara di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
10 PT. Multi Mega Mandiri di Jakarta Utara.
11 PT. MLW Polecon di Jakarta Utara.
12 PT. Mitra Karya Makmur Abadi di Jakarta Selatan.                
 
Sedangkan 19 perusahaan saat ini masalahnya sedang dalam proses penyelesaian ditingkat mediasi dan Pengadilan Hubungan Industrial. Karena setelah diteliti lebih lanjut kasusya tidak murni terkait dengan masalah pembayaran THR saja, melainkan terkait dengan kasus dan sengketa masalah ketenagakerjaan.
 
Ke-19 perusahaan tersebut adalah:
1 PT Raya Pinang di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera  Utara.
2 Yayasan AI Azhar di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.
3 PT Sarana Berkat Anugerah Transport di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
4 PT. Pema Meta Presindo di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
5 PT. Madu Sari Nusa Perdana di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
6 PT. Suzuki Engineering Centre Indonesia di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
7 PT. Techno Metal lndustri di. Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
8 PT. Samuel Hannah Godin di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
9 PT. Binder Indonesia di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
10 Perusahaan Daerah Jasa Transportasi di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat.
11 PT. DNP Indonesia di Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.
12 PT. SC Johnson & Son Indonesia di Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta.
13 PT. Dodo Activewear di Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta.
14 PT.Tubagus Jaya Mandiri di Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta.
15 PT. Edico Utama di Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta.
16 PT. Dong Jung Indonesia di Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta.
17 PT. Parna Raya Land Transportation di Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta.
18 PT. Penta Era Tama Transportindo di Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta.
19 PT. Surya Dinamika Lestari di Provinsi Kalimantan Selatan.
 
Sementara itu, sebanyak 18 perusahaan di Provinsi DKI Jakarta saat ini masih dalam proses penyelesaian petugas mediator dan pegawai pengawas Ketenagakerjaan agar  masalahnya dapat diselesaikan dan THR-nya dapat dibayarkan kepada para pekerja.

Ke18 perusahaan tersebut adalah:
1 PT. Mitra Realindo Cemerlang di Jakarta Barat.
2 PT. Incotim Eless Pratama di Jakarta Barat.
3 Taman Ismail Marzuki di Jakarta Pusat.
4 PT. Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk di Jakarta Pusat.
5 PT. Trans Pasific Jaya di Jakarta Pusat.
6 PT. Cargil lndonesia di Jakarta Pusat.
7 PT. Paus Indonesia di Jakarta Pusat.
8 RS. Thamrin Salemba di Jakarta Pusat.
9 PT. Prima Sarana Solusi di Jakarta Pusat.
10 PT. Surya Dinamika Lestari di Jakarta Selatan.
11 PT. CIMB Niaga Tbk di Jakarta Selatan.
12 PT. Pertani (Persero) di Jakarta Selatan.
13 PT. Faba Indonesia Consultant di Jakarta Selatan.
14 PT. Pandu Dewanata di Jakarta Utara.
15 PT. Varmell di Jakarta Utara.
16 PT. Pancoran Oarat Transport di Jakarta Utara.
17 PT. Arista Auto Prima di Jakarta Utara.
18 PT. Trans Safeland Utama di Jakarta Utara. (Deddi Bayu/bus)