Selasa, 20 November 2018 | 07:04 WIB
Bea Cukai Menggunakan Senjata Api Buatan Pindad
Kamis, 27 Agustus 2015 | 21:09 WIB
Ilustrasi -

Skalanews - Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang membawahi sembilan kantor pelayanan menggunakan senjata api buatan PT Pindad, kata Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Kalbar Nirwala Dwi Heryanto.

"Saat ini kami sudah mendapat senjata pengganti buatan PT Pindad dari sebelumnya menggunakan senjata api buatan luar negeri," kata Nirwala Dwi Heryanto di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan, senjata api tersebut diberikan oleh negara kepada petugas Bea Cukai dalam rangka untuk melindungi diri saat menjalankan tugasnya sebagai penjaga atau pelayanan di pintu perbatasan dengan negara tetangga.

Adapun jumlah senjata api yang diberikan untuk anggota Bea Cukai Wilayah Kalbar dan Kalteng, untuk senjata laras panjang model SBC 1 kaliber 222 sebanyak 20 pucuk dengan jumlah sebanyak 920 peluru, dan senjata api laras pendek atau pistol model P3A kaliber 32 sebanyak 85 pucuk dengan dua jenis amunisi, yaitu peluru tajam sebanyak 4.53 butir dan peluru karet sebanyak 2.716 butir.

Nirwala menambahkan senjata api tersebut dipergunakan untuk mempersenjatai petugas Bea Cukai dalam rangka melindungi diri saat bertugas di lapangan.

Sebelumnya, Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Kalbar, senajata api, yakni satu pucuk senapan semi otomatis merk Valmet kaliber 222 REM dengan nomor 159123, kemudian dua pucuk senjata api jenis revolver merk Taurus kaliber 32 dengan nomor 872270 dan 872271.

Selain itu, juga dimusnahkan amunisi sebanyak 100 butir kaliber 32, dan 139 butir kaliber 222.

"Dimusnahkannya senjata api dan amunisi milik negara ini, karena senjata api dan amunisi tersebut sudah rusak dan tidak layak pakai lagi," kata Nirwala.

Dalam kesempatan itu, Nirwala menambahkan senjata api merk Valmet buatan Finlandia tahun perolehan 1989, kemudian merk Taurus buatan Brasil tahun perolehan 1989. "Untuk amunisi sudah tidak diproduksi lagi, dan untuk senjata api sudah ada senjata pengganti buatan PT Pindad," ujarnya. (ant/mar)