Rabu, 23 Oktober 2019 | 01:49 WIB
Diplomasi Publik Unsur Nonpemerintah Sangat Penting
Rabu, 16 September 2015 | 09:45 WIB
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Al Busyra Basnur - [ist]

Skalanews - Pelaksanaan diplomasi publik yang dilakukan unsur nonpemerintah memainkan peran sangat penting dalam hubungan bangsa Indonesia dengan negara-negara sahabat.

"Pelaksanaan diplomasi tidak hanya dilakukan oleh para diplomat, para duta besar dan para pejabat pemerintahan tetapi juga masyarakat nonpemerintah," kata Direktur Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI Al Busyra Basnur, di Ambon, Selasa (15/9).

Ia mengatakan hal itu disela-sela kuliah umum mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dengan tema 'Pemberdayaan Potensi Daerah Dalam Pelaksanaan Diplomasi Publik Indonesia.'

Menurut Al Busyra, masyarakat nonpemerintah sebagai pelaku diplomasi adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh-tokoh pendidik, lembaga-lembaga Universitas, tokoh agama, para kalangan pebisnis dan individu-individu.

"Kuliah umum juga dalam rangka menyosialisasikan perkembangan hubungan luar negeri Indonesia dengan negara-negara sahabat. Karena itu, perlu menggali potensi yang ada di daerah, baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya untuk dikembangkan dan disalurkan dalam meningkatkan diplomasi Indonesia dengan negara-negara sahabat," ujarnya.

Karena itu, kata dia, mahasiswa dan pemuda mempunyai peranan sangat penting dalam diplomasi Indonesia, untuk mengangkat potensi di daerah untuk kemajuan Maluku.

Dikatakan dia, kehidupan manusia saat ini sudah berada dalam era digital dan perkembangan informasi teknologi (IT) begitu pesat, sehingga diplomasi melalui media sosial dikalangan mahasiswa dan anak muda sangat mudah.

"Saat ini hampir setiap mahasiswa, pemuda maupun pelajar memiliki telepon genggam (hand phone) dengan berbagai aplikasinya. Karena itu, untuk menyampaikan sesuatu kepada teman-teman mereka di dalam negeri maupun di luar negeri tentang perkembangan daerah masing-masing terutama peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung dengan cepat dilakukan melalui media sosial," kata Al Busyra.

Karena itu, pengambilan gambar pada kegiatan kuliah umum ini maupun pengambilan gambar di lokasi-lokasi wisata adalah bagian kecil dari peran diplomasi publik yang bisa dilakukan aktor nonpemerintah.

"Kegiatan kuliah umum ini, tidak hanya berbicara masalah diplomasi publik tetapi juga memaparkan tentang dinamika hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat khusus di kawasan Asia Pasifik. Jadi, terpenting ada sinergi antara Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan hal-hal yang positif untuk mendorong kemajuan Maluku," ujarnya.

Al Busyra mengakui, sebagai pelaku diplomasi publik hubungan luar negeri, informasi-informasi tentang potensi
daerah sangat tergantung peran dari unsur non pemerintah untuk menyampaikannya.

"Kami mempunyai banyak program antara lain, pemaparan tentang potensi terkini di daerah yang telah disampaikan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff, saat diundang ke Jakarta beberapa waktu lalu, yang dihadiri para Duta Besar negara Sahabat dan para pelaku ekonomi internasional dan sebagai tindaklanjut dari program tersebut ada kunjungan Duta Besar ke Maluku," ungkapnya.

Selain itu, ada forum komunikasi antara Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Di dalam forum tersebut disampaikan tentang berbagai hal dalam bentuk diskusi, apa saja potensi daerah yang bisa dijual ke luar negeri.

"Karena itu, saya mengajak para mahasiswa dan pemuda Maluku untuk berpartisipasi dalam berbagai program kepemudaan internasional, karena untuk maju harus berani tampil di panggung dunia internasional. Karena itu, harus ada konektifitas dengan berbagai institusi yang memberikan peluang untuk pertukaran pemuda, beasiswa dan lainnya," kata Al Busyra.

Provinsi Maluku, tambah dia, adalah salah satu provinsi yang sangat penting dalam pelaksanaan program Kementerian Luar Negeri.

"Buktinya sudah banyak mahasiswa dan pemuda dari Maluku ikut dalam program tersebut, dan salah seorang mahasiswa mengikuti program autstanding students the world (mahasiswa berprestasi dunia) yang dikrim ke Kanada tahun lalu," katanya.

Ia menambahkan, para mahasiswa dan pemuda di daerah ini bisa memanfaatkan program yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri. [mad/ant]