Rabu, 22 Mei 2019 | 14:08 WIB
Lonjakan inflasi diperkirakan justru terjadi pada seminggu sebelum lebaran.
Pemerintah Diimbau Gelar Operasi Pasar pada H-7 Lebaran
Rabu, 3 Agustus 2011 | 17:49 WIB
Mentri Perdagangan saat melakukan operasi pasar (foto-vivasnews) -
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengingatkan pemerintah agar melakukan operasi pasar untuk meredam kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Operasi pasar tersebut sebaiknya dilakukan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Pasalnya, operasi pasar yang dilakukan pada minggu kedua dan ketiga tidak akan mampu menahan laju inflasi, karena pada saat itu daya beli masyarakat belum mengalami peningkatan yang signifikan.

"Tapi, satu minggu menjelang lebaran permintaan akan melonjak sehingga bisa mendorong inflasi. Minggu terakhir itu euforianya sudah lebaran, sudah pada malas yang mau operasi pasar, tapi justru di situ sebetulnya. Inflasi itu lebih banyak dibentuk pada minggu terakhir menjelang lebaran,"  kata Rusman, saat dijumpai di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8).

Dia menjelaskan, jika melihat siklus pada tahun-tahun sebelumnya, laju inflasi di bulan Agustus 2011 ini tidak akan menembus 1 %. Meski begitu, laju inflasi Agustus akan lebih tinggi ketimbang bulan Juli kemarin. Dia memperkirakan, inflasi Agustus akan mencapai 0,67 % hingga 1 %. Perkiraan tersebut melihat dari tren harga komoditas yang turun pada minggu pertama pada awal bulan Ramadhan ini.

"Minggu pertama ini ada beberapa yang memang harganya trennya sudah menurun dibandingkan minggu ke empat Juli. Bawang merah, bawang putih, cabe, telur ayam sudah mulai turun. Minggu ke minggu loh bukan bicara terhadap rata-rata Juli," jelasnya.

Namun, Rusman menyatakan ada kenaikan harga beras khususnya untuk beras jenis premium dan juga harga daging. "Tadi yang saya maksudkan beras murah. Tapi justru beras premium yang diperhitungkan dalam inflasi, ini ada kenaikan. Kayaknya daging sapi saja yang perlu diwaspadai pada minggu pertama. Tapi pada minggu terakhir menjelang lebaran itu semuanya biasanya gerakannya naik," jelasnya.

Ditambahkannya, dengan pencapaian inflasi tersebut, inflasi year on year pada bulan Agustus ini tidak akan menembus 5 %. "Kan kemarin masih 4,61%, 4,6%-lah. Year on year tergantung Agustus (tahun lalu). Kalau nggak salah 0,6%, pokoknya kalau dia di atas itu year on year-nya akan naik. Tapi kok saya menduga year on year-nya nggak akan tembus lagi ke 5%," tandas Rusman.(wah)