Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:48 WIB
"Soal penetapan Idul Fitri tahun ini, kami dari Jamaah Ahmadiyah Priangan Barat ikut apa yang ditetapkan oleh pemerintah."
Ahmadiyah Manut ke Pemerintah Soal Lebaran
Senin, 29 Agustus 2011 | 17:49 WIB
ilustrasi -
BANDUNG - Meski pemerintah belum menetapkan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah atau Lebaran 2011 ini, pengikut Ahmadiyah wilayah Priangan Barat mengaku bahwa jamaah mereka akan mengikuti keputusan pemerintah.

"Soal penetapan Idul Fitri tahun ini, kami dari Jamaah Ahmadiyah Priangan Barat ikut apa yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Juru Bicara Jamaah Ahmadiyah, Priangan Barat Rafiq Agmad Sumadi Ganda di Bandung, Senin (29/8).

Ia mengunggkapkan, alasan pihaknya mengikuti pemerintah soal lebaran kali ini karena percaya pada para ahli yang diterjunkan pemerintah dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri.

Jamaah Ahmadiyah wilayah Priangan Barat seperti Kota Bandung, Garut dan Tasikmalaya akan mengikuti keputusan pemerintah tersebut.

"Kenapa kami ikut keputusan pemerintahah dalam penetapan Idul Fitri, karena kami percaya pemerintah menurunkan ahli terbaik dalam menentukannya dan pemerintah pula yang memiliki wewenangnya," tuturnya.

Mengenai adanya beberapa pihak yang lebih dulu merayakan lebaran, Rafiq mengatakan, Jamaah Ahmadiyah akan tetap menghormati. "Tentunya kami akan tetap menghargai jika ada masyarakat yang lebih dulu merayakan Idul Fitri," ujarnya.

Jamaah Ahmadiyah Priangan Barat yang ada di Kota Bandung, ungkap dia akan merayakan Idul Fitri di tiga masjid yakni Masjid Mubarak di Jalan Pahlawan, Masjid Ashabullah di Jalan Cisarantren Kulon dan Masjid An Nasir di Jalan Haji Safari, Kota Bandung.

Sebelumnya, Peneliti senior di Observatorium Bosscha - Bandung, Jawa Barat, Deva Octavian, menegaskan Idul Fitri 2011 atau 1 Syawal 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Agustus 2011.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur memastikan awal Syawal 1432 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2011 bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011. [mad]