Senin, 20 Mei 2019 | 16:34 WIB
"Ah, saya kira tidak ada aksi penculikan itu. Itu bohong."
Kata JK, Penculikan Aisha Bohong
Kamis, 8 September 2011 | 21:37 WIB
Ketua Palang Merah Indonesia, M. Jusuf Kalla [foto-istw] -
Jakarta - Kasus penculikan yang menimpa relawan medis Aksi Cepat Tanggap (ACT), dr. Aisha Wardhana, di Somalia bagi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), M. Jusuf Kalla (JK), adalah bohong. Karena itu, mantan Wakil Presiden ini tidak lantas mempercayai.

"Ah, saya kira tidak ada aksi penculikan itu. Itu bohong," ujar pria yang akrab disapa JK ini di Jakarta, Kamis (8/9).

Ia menegaskan bahwa tidak ada relawan yang diculik. Karena ia mengaku telah membaca laporan tentang kasus penculikan itu.

"Seorang relawan yang bekerja di daerah konflik selalu ada risikonya, maka dia harus mempunyai assessment untuk menilai situasi di lapangan," kata Kalla, menanggapi kemungkinan relawan yang hilang atau diculik ketika bertugas.

JK menjelaskan, para relawan PMI, harus melalui prosedur penilaian kondisi di daerah sebelum bertugas. "Harus ada petunjuk, cara menuju lokasi dan penyelamatannya," katanya menegaskan.

Dalam siaran pers pada situs resminya, ACT menjelaskan bahwa semula Aisha memang akan diberangkatkan bareng Indonesia ACTion Team for Somalia, Jumat (19/8). Namun, dia menunda keberangkatan dan berjanji menyusul ke Somalia dengan upaya dan biaya sendiri karena akan menikah.

Presiden ACT, Ahyudin, mengatakan bahwa Aisha memang tercatat sebagai relawan ACT di dalam negeri. Aisha pernah terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan membantu korban bencana alam dan bencana sosial.

Aisha tercatat pernah termasuk dalam aksi bersama ACT, membantu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sakit di Tanjung Priok, Jakarta, setelah dipulangkan paksa dari Malaysia, 13 Juli 2011.

Indonesia ACTion Team for Somalia adalah tim kemanusiaan yang diberangkatkan oleh Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS). KISS digagas Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai respons Indonesia atas bencana kelaparan di Somalia.[mad]