Rabu, 23 Oktober 2019 | 02:49 WIB
Politik
Mustahil Melarang Anggota DPR Lakukan Kunjungan Kerja ke Luar Negeri
Jumat, 14 Desember 2012 | 18:52 WIB
Wiranto - [Foto: Eddy Tarigan/Skalanews]

Skalanews - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto menyatakan, sulit melarang kunjungan kerja yang kerap dilakukan oleh anggota DPR. Sebab, kunjungan kerja anggota DPR itu berkaitan dengan hubungan antarbangsa.

"Dalam konteks global tidak mungkin. Kalau dulu ada negara tirai bambu, tirai besi, kita pisah-pisahkan negaranya. Tapi kalau sekarang tidak bisa. Kunjungan-kunjungan itu justru yang punya nilai," kata Wiranto di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (14/12).

Meski begitu, Wiranto mengimbau kepada kadernya yang ada di DPR untuk memilih betul kunjungan kerja ke luar negeri tersebut. Kunjungan itu mesti dibutuhkan dan tidak bisa terelakkan lagi untuk dilakukan.

"Kalau kunjungan itu basa basi dan menghabiskan anggaran, ya jangan, saya sudah mengatakan itu. Jadi kita moderat saja, bukan berarti melarang," kata Wiranto.

Akan tetapi, dia menolak berkomentar apakah kunjungan luar negeri anggota dewan itu efektif atau tidak. Apalagi dia mengaku tak tahu negara mana saja yang dikunjungi anggota DPR itu.

Sebelumnya, akhir tahun 2012 ini setidaknya terdapat enam negara yang menjadi tujuan kunjungan kerja anggota dewan. Antara lain ke Prancis dan Cina, yang dilakukan oleh Komisi IV DPR dalam rangka menggodok revisi Undang-undang nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kemudian, kunjungan ke Brasil yang dilakukan oleh Komisi VII DPR, yang ditujukan sebagai tambahan materi, dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Keantariksaan. Selanjutnya kunjungan ke Amerika Serikat yang dilakukan oleh Komisi VII dalam rangka membahas RUU Kedirgantaraan.

Yang terakhir, Badan Legislatif DPR juga berkunjung ke Jerman dan Inggris selama dua pekan. Kunjungan tersebut dikatakan dalam rangka menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keinsinyuran. (Risman Afrianda/kgi)