Sabtu, 25 Januari 2020 | 13:13 WIB
Politik
Ruhut: Kader Demokrat Terlibat Korupsi Akan Dipecat, Termasuk Ibas
Senin, 1 Juni 2015 | 00:02 WIB
-

Skalanews - Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengaku, partai siap memecat putra kandung Susilo Bambang Yudhoyono, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) bila ternyata ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Awalnya anggota Komisi III DPR itu menegaskan, bahwa partainya akan memecat setiap kadernya yang terlibat kasus korupsi. "Kita itu satu-satunya Partai yang berani memecat bila ada kader yang terjerat kasus korupsi," ujar Ruhut saat ditemui wartawan usai diskusi tata kelola migas di Jakarta, Minggu (31/5).

Kemudian, ketika disinggung jika yang ditetapkan tersangka adalah Ibas apakah hal itu tetap berlaku. "Siapapun kader Demokrat yang terlibat korupsi pasti dipecat," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh ketika menjalani pemeriksaan penyidik KPK, mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sempat menyebutkan, nama Presiden Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala (RSC) Deni Karmaina yang merupakan teman dekat Ibas saat menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat.

Dimana, Sutan sempat memperkenalkan Deni dengan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini di ruangan Bima Sena Hotel The Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelum pertemuan tersebut, Sutan mengaku, mendapat telepon dari Eka Putra yang merupakan staf ahli politisi senior Partai Demokrat Sartono Hutomo.

Dalam pembicaraan tersebut, Eka menyebutkan, jika Sekjen (Ibas) ingin bicara. Tetapi, karena sedang mimpin rapat, Sutan mengaku tidak bisa. Sekjen pun berencana akan keluar kota. Akhirnya, Sartono pun mendelegasikan Eka dan temannya Ibas untuk bertemu Sutan di Hotel Crown, Jakarta.

Eka pun memperkenalkan, Deni kepada Sutan. Untuk membicarakan pekerjaan agar memenangkan PT Rekayasa Industri dalam proyek Deepwater Development (IDD).

Yakni, mega proyek eksplorasi gas laut yang dikembangkan Chevron Indonesia Company di Selat Makassar. Namun, Sutan justru membawa PT Timas Teknik, sedangkan Deni malah mengawal PT Siapem Indonesia.

Nama Ibas juga pernah diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Pasalnya, putra kandung mantan Presiden RI itu menerima uang fee terkait dengan proyek pembangunan wisma Atlet Sea Games. Sebesar 200 ribu dolar AS. Hal itu diperkuat dengan catatan keuangan mantan Direktur Keuangan Nazar, Yulianis.

Namun, KPK sampai saat ini terlihat tidak berdaya bila sudah menghadapi nama orang terdekat  penguasa walaupun sudah jadi mantan. (Bisma Rizal/bus)