Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:26 WIB
Politik
Dukungan publik terhadap PKB saat ini kurang dari tiga persen, dan kondisi itu sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan.
Yenny Ngajak Islah, Kubu Cak Imin Oke Saja Asal..
Minggu, 26 Desember 2010 | 17:42 WIB
-
Ajakan Islah kembali ditawarkan kubu Yenny Wahid kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, demi menyelamatkan PKB dari kemungkinan terburuk di Pemilu 2014.

"Kepada Pak Muhaimin mari bersama-sama membesarkan partai ini," kata Yenny saat berpidato dalam acara pembukaan Muktamar III PKB yang digelar pihaknya di Surabaya, Jatim, Minggu (26/12/2010).

Menurut Yenny, berdasar hasil survei, dukungan publik terhadap PKB saat ini kurang dari tiga persen, dan kondisi itu sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan.

"Mari duduk bersama merundingkan upaya menyelamatkan PKB," kata Yenny, yang juga Sekretaris Jenderal PKB hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB di Parung, Jawa Barat, pada 2008 tersebut.

Yenny menegaskan, tidak akan meminta jabatan di PKB jika islah bisa diwujudkan. Ia hanya meminta nama baik Gus Dur sebagai salah seorang deklarator PKB dipulihkan.

"Saya hanya minta satu, kembalikan kehormatan Gus Dur, saya tak minta jabatan, hapus sejarah pemecatan Gus Dur," ucap Yenny.

Gus Dur diberhentikan dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB dalam Muktamar Luar Biasa (MLB) yang digelar pihak Muhaimin di Ancol, Jakarta, 2008. Jabatan Gus Dur digantikan KH Azis Mansyur.

Dalam kesempatan itu, Yenny juga menegaskan, Muktamar III PKB yang digelar pihaknya ditujukan untuk memenuhi wasiat Gus Dur, sekaligus sebagai ajang konsolidasi pendukung Gus Dur. "Kita tidak ingin mengusik atau merongrong siapa pun," ujarnya.

Tawaran kubu Yenny ini disambut baik kubu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. "Kami menyambut baik usulan dan ajakan Yenny Wahid itu. Kita ingin bersama-sama membesarkan PKB," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Imam Nahrawi, di Jakarta.

Namun, ia mengingatkan, ajakan tersebut jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan lain. "Kalau Muhaimin Iskandar sih tidak masalah untuk membesarkan PKB, tapi jangan berpura-pura mengajak, namun nipu di belakang," kata Imam.

Ia juga mempertanyakan ajakan Yenny Wahid tersebut untuk membesarkan PKB. Pasalnya, kata Imam, sewaktu pemilihan umu (Pemilu) 2009, Yenny Wahid melakukan kampanye untuk partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)..

"Kalau Yenny sekarang bicara untuk membesarkan PKB, dari mana dalilnya? Bila Yenny tak berkampanye untuk partai lain, dengan segala hormat, Imam Nahrawi akan menjemput Yenny Wahid dan bersama-sama membesarkan PKB," ungkap Imam.

Anggota DPR RI itu menambahkan, momentum Muktamar III PKB di Surabaya dijadikan ajang tunggangan bagi Yenny untuk mendapatkan legitimasi terhadap dirinya.

"Kebohongan Yenny bisa dilihat dari surat undangan muktamar. Surat undangan itu dimandatkan Ketua Dewan Syuro PKB Kalibata, KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, kepada Hamdun Ahmad. Mana pernah Gus Dur memberikan mandat?" kata Imam. (bud)