Rabu, 20 November 2019 | 04:07 WIB
Politik
Dengan bergabungnya tujuh partai politik ke Partai Gerindra, maka kekuatan Partai Gerindra pada pemilu 2014 akan semakin kuat.
Gerindra Targetkan Jadi Kekuatan Baru Pada 2014
Jumat, 18 Februari 2011 | 19:36 WIB
-
Partai Gerindra menargetkan akan menjadi sebuah kekuatan politik baru pada pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2014 dengan bergabungnya sebanyak 12 partai politik atau lebih dalam partai ini.

"Saat ini sudah sebanyak tujuh partai yang bergabung ke Partai Gerindra dan dalam waktu dekat ada empat partai politik lagi yang akan bergabung ke Partai Gerindra," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat (18/2/2011).

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman penggabungan Partai Bintang Reformasi (PBR) ke Partai Gerindra di Jakarta.

Menurut Prabowo, enam partai politik yang sudah bergabung dengan Partai Gerindra meliputi Partai Merdeka, Partai Buruh, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Nasional Indonesia Massa Marhaenis, Partai Kedaulatan, dan Partai Serikat Indonesia (PSI).

Saat ini bergabung satu partai politik lagi, yakni Partai Bintang Reformasi.

"Dalam waktu dekat ada empat partai politik lagi yang akan bergabung dengan Partai Gerindra, tapi kita belum bisa sebutkan namanya, nanti saja kalau sudah waktunya," kata Prabowo.

Menurut dia, dengan bergabungnya tujuh partai politik ke Partai Gerindra, maka kekuatan Partai Gerindra pada pemilu 2014 akan semakin kuat.

Kalkulasi kekuatan itu antara lain, Partai Gerinda dan seluruh partai yang bergabung memiliki anggota legislatif sebanyak 1.461 kursi baik di DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota.

Dari jumlah kuursi legislatif tersebut, jumlah terbanyak pada Partai Gerindra yakni sekitar 600 kursi serta PBR sebanyak 371 kursi.

Sementara itu, Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi mengatakan, PBR bergabung dengan Partai Gerindra untuk menguatkan barisan dalam menghadapi pemilu leguislatif dan pemilu presiden 2014.

Menurut dia, saat ini banyak partai kecil-kecil dan terpecah-pecah sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk menjadi peserta pemilu.

"Dengan kondisi tersebut, kita sulit untuk menempatkan kader di legislatif dan mengusung calon Presiden," kata Bursah.

Karena itu dengan berbagai pertimbangan, kata dia, PBR memutuskan menggabungkan diri dengan Partai Gerindra yang diyakini akan menjadi salah satu kekuatan politik baru pada pemilu 2014.

Salah satu pertimbangannya, kata dia, dari empat kali hasil survei yang dilakukan PBR menyimpulkan, nama Prabowo Subianto yakni Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra merupakan salah satu figur yang akan menonjol pada pemilihan Presiden pada 2014.

Bursah menaruh harapan besar nama Prabowo Subianto akan makin bersinar menjelang 2014 dan akan menjadi kekuatan baru pada pemilu legislatif dan pemilu Presiden.

PBR resmi menggabungkan diri dengan Partai Gerindra yang ditandai dengan ditandatangani nota kesepahaman antara kedua belah pihak pada Jumat ini.

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi dan Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi yang disetujuin oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. ()