Senin, 9 Desember 2019 | 19:32 WIB
Politik
Partai Golkar belum akan mengambil sikap terhadap polemik pembangunan gedung baru DPR.
Beringin Bermain Dalam Pembangunan Gedung DPR?
Jumat, 1 April 2011 | 18:57 WIB
-
Jakarta - Partai Golkar diisukan ikut bermain dalam pembangunan gedung baru DPR. Isu ini dikaitkan dengan hadirnya kontraktor Adhi Karya sebagai pemenang tender proyek bernilai  Rp 1,164 triliun tersebut.

Adhi Karya selama ini memang dikenal dekat dengan petinggi partai berlambang Beringin. Kontraktor ini juga yang mendapat proyek pengerjaan rumah dinas anggota dewan di Kalibata yang sampai saat ini tak kunjung selesai.

Keterkaitan Golkar dalam pembangun gedung baru DPR ini juga dikaitkan dengan pernyataan Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie, yang secara gamblang menyatakan dukungannya terhadap proyek ini.

Ical, panggilan akrab Aburizal, beralasan pembangunan gedung baru DPR sangat dibutuhkan, karena menurutnya anggota parlemen memang memerlukan kantor baru. "Daya tampungnya yang sekarang tidak mencukupi lagi. Gedung itu kapasitasnya cuma 800 orang tapi kini diisi 3.000 orang" ujar Ical, di sela Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jumat (1/4).

Namun menurut dia gedung baru tak perlu mewah sehingga memakan dana jumbo dan diributkan orang. Dia tak menjawab dengan jelas seperti apa ukuran tidak mewah yang ia maksud. "Jangan pakai angka," elaknya.

Lalu bagaimana dengan anggota Fraksi Golkar di DPR? Ternyata masih ada perbedaan sikap di kalangan mereka. Ada yang menyatakan dukungan, ada yang menolak dan ada pula yang menyatakan belum saatnya. Dan itu dianggap wajar oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

"DPP Partai Golkar secara sungguh-sungguh memperhatikan dinamika yang berkembang, tetapi untuk sementara ini anggota itu kan menggunakan haknya. Masa kita dari awal sudah diarahkan," imbuhnya.

Partai Golkar sendiri, kata Idrus, sampai saat ini belum akan mengambil sikap terkait polemik pembangunan gedung baru DPR . "Golkar masih memperhatikan perkembangan yang ada dan mengkajinya, walau ada beberapa partai yang menyuarakan, kita belum saatnya," ucap Idrus.

Namun soal keterkaitan Golkar dengan pembangunan gedung baru DPR, Idrus membantah keras. Dia menegaskan, Golkar sebagai institusi tak mungkin terkait dengan proyek pembangunan gedung baru yang belakangan menjadi polemik. Namun jika ada individu-individu Golkar yang kemungkinan ikut dalam proyek tersebut, menurutnya hal itu akan menjadi tanggungjawab pribadi. "Jangan ada orang-orang mengatasnamakan Golkar," tegasnya.

Hal serupa dilontarkan Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Meski mengaku belum mendengar soal isu tersebut, namun Priyo merasa yakin partainya tidak terlibat dalam pembangunan gedung DPR yang saat ini menjadi polemik. "Nggak mungkin lah, terlalu jauh jika Golkar dikaitkan dengan hal ini," tukasnya. (zhank's)