Rabu, 23 Oktober 2019 | 02:28 WIB
Politik
Kekuatan politik Indonesia masih dikendalikan oleh kekuatan finasial.
Kekuatan Finansial Dinilai Masih Kendalikan Politik Indonesia
Senin, 18 April 2011 | 22:06 WIB
pakar Ilmu Politik Northwestern University Amerika Serikat, Prof Jeffrey A Winters -
MAKASSAR - Kekuatan finansial yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja dinilai cenderung mengendalikan arah perpolitikan yang sedang bergulir di Indonesia sampai saat ini. Hal itu disampaikan pakar Ilmu Politik Northwestern University Amerika Serikat, Prof Jeffrey A Winters, disela-sela kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (18/4).

Ia mengatakan, banyak kasus yang telah memperlihatkan bahwa kekuatan finansial masih sangat menentukan arah serta kebijakan politik, khususnya dalam partai politik. "Ada empat hal yang sangat mempengaruhi kekuasaan politik di Indonesia, di mana kekuatan finansial merupakan faktor yang paling dominan, selain jabatan, kekuatan mobilisasi, dan cara-cara kekerasan," bebernya.

Pada kongres nasional salah satu partai politik di Indonesia misalnya, ia menyontohkan, proses pemilihan ketua nasional justru hanya mempertimbangkan kekuatan finansial para calon, tanpa melihat kapasitas serta kekampuannya. Bahkan, lanjut dia, kecenderungan kekuatan finansial dalam politik Indonesia justru semakin mendegradasi keberadaan ideologi yang dianut oleh masing-masing partai politik.

Fenomena tersebut, menurut Winters, mengakibatkan politik Indonesia hanya merupakan pertarungan antara segelintir orang yang memiliki kekuatan finansial, dan akhirnya bertujuan hanya untuik mempertahankan keberadaan aset ekonomi semata. "Harus diakui bahwa saat ini sudah terjadi stratifikasi kekayaan, di mana konsentrasi uang pada kalangan tertentu, dan akhirnya menjadi faktor paling dominan yang menggerakkan politik Indonesia," tuturnya.

Hal tersebutlah, Ia menegaskan, yang mengakibatkan proses politik di Indonesia justru kurang memberi pendidikan politik bagi masyarakat. [mad]

  
  
Berita Terkait: