Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:51 WIB
Politik
PKB tidak ambil pusing Ikhwanul Muballiqin ke Partai Demokrat
Ikhwanul Muballiqin ke Demokrat, PKB Mengaku tak Ambil Pusing
Rabu, 20 April 2011 | 00:22 WIB
-
JAKARTA - Merapatnya organisasi masyarakat Ikhwanul Muballiqin ke Partai Demokrat tidak lantas membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan ambil pusing. Menurut Ketua DPP PKB Marwan Ja'far di Jakarta, Selasa (19/4), pihaknya menyadari hal tersebut dilakukan Ikhwanul Muballiqin atas kepentingan pragmatis semata.

"Ikhwanul Muballiqin itu saya tegaskan bukan underbouw PKB, bahkan Sekjen Ikhwanul Muballiqin orang PPP. Tegasnya, tidak ada pengaruh apa pun bagi PKB dengan merapatnya Ikhwanul Muballiqin ke Partai Demokrat," kata Marwan Ja'far.

Perpindahan Ikhwanul Muballiqin, menurut dia, sepatutnya tidak menjadi berita besar dan dibesar-besarkan. Sebab secara kekuatan, Ikhwanul Muballiqin tidaklah diisi oleh kiai-kiai
hebat seperti yang diberitakan. "Itu kepentingan pragmatis semata, Ikhwanul Muballiqin itu disumbang Rp 1 miliar untuk kebutuhan kongres," kata Marwan Ja'far.

Terkait relasi koalisi antara PD dan PKB atas pindahnya ormas Ikhwanul Muballiqin, Marwan Ja'far mengatakan, perpindahan Ikhwanul Muballiqin tidak sedikit pun mempengaruhi hubungan koalisi PD dan PKB yang terjalin baik. Sementara Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Andi M Ramly mengakui Mujib Qudhori adalah Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB dan Ikhwanul Muballiqin tidak pernah tercatat sebagai underbow PKB.

"Ulama yang tergabung di sana juga bukan ulama yang memiliki basis massa, jauh dari tipologi kiai khos," ujarnya.

Dia mengakui ada gerakan dari parpol besar yang menggoda para ulama-ulama PKB dengan
berbagai iming-iming. "Kebetulan kiai-kiai ini memang punya basis massa. Karena kondisi
inilah ada pihak-pihak yang menggoda," katanya.

Ditanya soal antisipasi PKB dengan memperkuat ideologi partai, menurut dia, PKB pun akan
mengingatkan juga kepada partai-partai besar untuk tidak menarik-narik kiai-kiai PKB sekaligus diingatkan kepada para kiai bahwa ada nilai-nilai yang jauh lebih berharga daripada sekadar kepentingan pragmmatisme.

"Saya memang mendapatkan pengakuan sendiri dari para peserta yang mengakui mendapatkan bantuan pada saat deklarasi yang dipimpin oleh ketua umum partai besar," katanya. [mad]