Selasa, 12 November 2019 | 06:07 WIB
Politik
SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat angkat bicara seputar beredarnya sms gelap yang memfitnah dirinya dan Partai Demokrat.
Jangan Jadikan Indonesia Lautan Fitnah
Senin, 30 Mei 2011 | 18:57 WIB
SBY dituding terlibat berbagai skandal -
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat berharap Indonesia tidak dijadikan lautan fitnah.

Hal tersebut, merupakan tanggapan dari beredarnya sms gelap yang mengatas namakan Nazaruddin mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Sms tersebut dirasa telah merisaukan dirinya dan partainya karena menuduh SBY dan partainya penuh akan skandal.

"Saya serukan jangan sampai di negeri ini menjadi tanah dan lautan fitnah. Kalau saya sebagai kepala negara tidak mengingatkan, barangkali masa depan kita tidak baik. Padahal, kita ingin masa depan kita baik," kata SBY saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma.

"Dalam keadaan apapun selalu ada pembonceng, penumpang gelap. Ini bisa menimbulkan masalah," imbuh SBY.

Untuk itu, SBY berharap agar masyarakat menyatukan langkah, serta berupaya untuk menjaga kerukunan dan mengembangkan peradaban dengan baik.

"Sekarang ini harusnya kita satukan langkah dan upaya kita untuk bekerja sama menjaga kerukunan, mengembangkan peradaban dan budaya yang mulia," tegas SBY.

Seperti diketahui, ancaman dari orang yang mengaku-ngaku sebagai Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry Messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5). Pesan SMS disebar dari nomor +6584393907.

Sayangnya, saat nomor tersebut dihubungi untuk dikonformasi mengenai sms itu, justru nomor tersebut  sudah tidak aktif lagi.

Adapun salah satu isi sms tersebut adalah, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."

Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel Sparinga juga turut disebut.

Atas beredarnya sms itu, Nazaruddin menegaskan kalau itu bukanlah berasal dari dirinya. Dan ia menduga memang ada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan itu untuk merusak citra Partai Demokrat.

“Ini fitnah, itu bukan nomor saya dan itu tidak benar sama sekali. Saya menduga memang ada pihak-pihak yang secara sengaja melakukannya lantar ia tak menyukai kalau Partai Demkrat itu tumbuh besar.” tegasnya. (pay)