Selasa, 16 Juli 2019 | 21:44 WIB
Politik
"Kalau dibiarkan hal seperti ini tanpa tindakan, maka negara kita akan jadi negara yang penuh dengan intrik dan fitnah."
Ketua DPR Minta Kapolri Bekuk Penyebar SMS Fitnah
Selasa, 31 Mei 2011 | 16:02 WIB
-
JAKARTA - Kapolri Jenderal Timur Pradopo didesak segera mengusut dan menangkap penyebar pesan singkat yang isinya memfitnah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia pun memberikan tenggat waktu satu minggu kepada Kapolri untuk menuntaskan kasus itu dan menangkap serta memproses penyebar fitnah tersebut.

"Saya minta Kapolri untuk mengusut penyebar short message service (SMS) fitnah terhadap Presiden SBY. Waktu satu minggu saya kira cukup bagi Kapolri untuk menangkap dan memproses secara hukum penyebar fitnah ini," kata Ketua DPR Marzuki Alie di Jakarta, Selasa (31/5).
 
Ia meyakini dengan peralatan canggih dan personil Polri yang terlatih, Kapolri dapat memerintahkan jajarannya demi stabilitas negara. "Kalau dibiarkan hal seperti ini tanpa tindakan, maka negara kita akan jadi negara yang penuh dengan intrik dan fitnah," ujarnya.

Dijelaskan dia, Indonesia telah memiliki aturan perundangan yang jelas bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan teknologi informasi untuk kegiatan seperti ini. "Ancamannya 7 tahun penjara bagi mereka yang menyalahgunakan teknologi informasi ini," katanya.

Terkait kemungkinan bahwa isu tersebut dimainkan oleh kader Partai Demokrat sendiri, Marzuki menegaskan bahwa siapapun yang menyebarkan fitnah ini harus ditindak. "Saya tegaskan siapapun yang memainkan isu ini harus ditindak dan diungkapkan termasuk kalau ada keterlibatan kader partai kami," katanya menegaskan. [mad]