Minggu, 8 Desember 2019 | 07:12 WIB
Politik
Sekjen Partai Golkar ini lebih memilih mngundurkan diri dari DPR demi partainya.
Idrus Mengatakan Tak Ingin Kerja Setengah Hati
Kamis, 9 Juni 2011 | 16:11 WIB
Mundur dari DPR demi partai -
Jakarta – Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan kemunduran dirinya dari DPR disebabkan karena ingin mengabdi pebuh dipartainya.

Dirinya menyadari kalau dunia politik itu tidak bisa  sebagai anggota DPR karena ingin mengabdi penuh di Golkar. Menurutnya, dunia politik tidak bisa dihadapi dengan setengah hati.

“Prinsip saya di dunia politik: maju total atau mundur total. Setelah satu tahun di DPR, ternyata saya tidak bisa setengah-setengah,” jelas Idrus usai menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (09/6).

Setelah satu tahun menjalani rangkap jabatan, sebagai anggota Komisi II DPR dan Sekjen Partai Golkar dirinya merasanya bahwa itu tidak efektif dan tak membawa kebaikan bagi kedua instutusi. “Padahal kita harus mengabdi di keduanya. Jadi bismillah, supaya fokus demi idealisme,” jelas Idrus.

Selain itu dia menegaskan bahwa ini adalah pilihan pribadinya. Dan dirinya tidak mau ikut campaur dengan partai lainnya, dimana Sekjen partai-partai itu masih bercokol di DPR.

““Persoalan tiap partai kan beda-beda. Akan sangat tidak etis kalau saya mengomentari Partai lain” tegasnya.

Dalam pandangannya,  Sekjen adalah posisi strategis dan memiliki peranan penting dalam manajemen partai sebagai mesin politik. Oleh karena itu, menurutnya, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sangat memahami pilihannya untuk mundur dari DPR dan fokus di Golkar saja.

Mantan Ketua Pansus Century ini mengingatkan, partai politik adalah hulu dari DPR sebagai lembaga lgislatif. “Kalau DPR mendapat sorotan terkait kinerja, di dalam DPR ada elit politik yang berasal dari parpol. Parpollah yang melakukan rekruitmen calon-calon legislator,” kata dia.

Menanggapi rumor yang mengatakan kemunduran dirinya, karena ada tawaran menjadi mentri dia menjelaskan itu tidak ada kaitannya. Idrus menegaskan kalau dirinya mau jadi mentri maka itu sudah dilakukannya sejak empat bulan yang lalu. (pay)