Senin, 9 Desember 2019 | 12:27 WIB
Politik
Sistem rekrutmen di partai politik tidak berjalan, sehingga memunculkan wajah-wajah baru di DPR.
Marzuki Alie Apresiasi Keputusan Idrus
Jumat, 10 Juni 2011 | 16:41 WIB
Apa yang dilakukan Idrus itu perlu diapresiasi -
Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengapresiasi keputusan mundur Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dari keanggotaan DPR 1999-2004.

Langkah yang dilakukan Idrus itu dinilai Marzuki sebagai langkah yang baik guna membenahi mekanisme rekrutmen calon-calon legislatif mendatang, khususnya legislatif dari partai belambang pohon beringin itu.

"Saya tidak tahu apakah langkah Idrus adalah respons dari ceramah saya di Bali bahwa parpol harus mengambil tanggung jawab terhadap persoalan di DPR. Tapi yang pasti, saya sangat mengapresisasi Pak Idrus," ujar Marzuki dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (09/6).

Dalam kesempatan itu, Marzuki kembali mengulang isi pidatonya di Bali. Dia mengatakan bahwa 70 persen 'wajah baru' wakil rakyat di parlemen dinilainya membawa malapetaka. Hal tersebut telah membuat penilaian buruk terhadap kinerja DPR. Diawali dari tidak berjalannya sistem rektrutmen kader di partai.

"Langkah Pak Idrus memberikan input yang sangat bagus bagi DPR, karena nanti kader-kader parpol di DPR dapat terukur dengan baik. Dan tentu kita harapkan nanti akan dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baik dan siap untuk melaksanakan tugas di DPR," tegasnya memberikan apresiasi.

Namun, kata Marzuki, langkah Idrus yang Sekretaris Jenderal Golkar itu bukan berarti harus diikuti pula oleh Partai Demokrat. Posisi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang kini dijabat Edhie Baskoro Yudhoyono tak sama dengan Sekretaris Jenderal di Partai Golkar.

"Antara satu partai dengan partai beda," kata Marzuki. "Organisasi itu menentukan apakah Sekjen harus melakukan langkah yang sama. Kami agak beda. Kami punya motor organisasi bernama Direktur Eksekutif sehingga pimpinan lain tidak banyak berkecimpung pada hal administratif," kata Marzuki yang mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.

Situasi Dewan Pimpinan Pusat Demokrat sekarang, kata Marzuki, berbeda dengan masa dia menjadi Sekjen dulu. Dulu, Marzuki sendiri yang membangun tugas administrasi. "Jadi organisasi yang dibangun Demokrat berpengaruh pada keputusan politik,"

Terhitung sejak hari ini, mantan Ketua Pansus DPR Centruy ini resmi mengundurkan diri dari DPR. Dirinya memilih berkonsentrasi di partai politik guna melakukan kerja-kerja politik khususnya melahirkan kader-kader partai yang berkualitas. (pay)