Rabu, 26 Februari 2020 | 19:32 WIB
Politik
"Saya deklarasi tanggal 30 di Hotel Borobudur, Jakarta. Saya mendapat dukungan dari banyak Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Saya tak mengklaim, tapi saya sudah berkomunikasi 99 persen dari DPC itu."
Nazar Ahmad Yani Jika Jadi Ketum PPP
Senin, 27 Juni 2011 | 15:00 WIB
Kandidat Ketum PPP yang juga anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani - HMInews -
JAKARTA - Anggota Komisi III dari Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani siap mundur dari DPR bila terpilih jadi Ketua Umum PPP. Yani meyakini dirinya akan terpilih menjadi ketua umum pada Muktamar PPP pada 2-7 Juli mendatang di Bandung.

"Saya deklarasi tanggal 30 di Hotel Borobudur, Jakarta. Saya mendapat dukungan dari banyak Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Saya tak mengklaim, tapi saya sudah berkomunikasi 99 persen dari DPC itu," kata Yani kepada wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/6).

Dalam pemilihan nanti, menurut Yani, dirinya akan menawarkan ide dan gagasan. "Saya memang berbeda dari yang lain. Kalau yang lain mungkin menawarkan materi dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, dia yakin menang apabila pemilihan dilakukan secara fair. Artinya, tak ada tekanan dan politik uang. Dengan gagasan yang dia tawarkan, maka PPP, kaya Yani, akan kembali menjadi besar. "Pada 2014 nanti jika saya ketua, suaranya akan mencapai dua digit," ujarnya.

Dia pun menolak menerima jabatan setingkat menteri bila jadi ketua umum. Pasalnya, kata Yani, impian seorang ketua umum harus lebih dari sekadar menteri. "Setidaknya kalau ketua umum itu, impiannya wakil presiden atau presiden," kata Yani yakin.

Akan tetapi, bila tak terpilih, Yan juga tidak akan pergi meninggalkan PPP. Karena, PPP adalah partai yang membesarkan dirinya. "Apapun hasilnya nanti saya tidak akan meninggalkan PPP," katanya menegaskan.

Dia pun tak menyoal akan adanya intimidasi yang akan diberikan oleh Suryadharma Ali, Ketua PPP saat ini. Seperti yang sudah pernah dilakukan kepada Ahmad Muqowam, calon ketua umum lainnya. Kata Yani, sebenarnya Suryadharma tak punya sifat seperti itu. Hanya saja itu adalah perlakuan dari orang-orang sekitar Suryadharma.

"Tak ada masalah bagi saya soal itu. Karena saya sendiri tak punya jabatan apa-apa di komisi," katanya. [kgi/mad]