Senin, 9 Desember 2019 | 20:43 WIB
Politik
"Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan Ormas Nasdem akan menjadi partai politik, karena saat ini ada deklarasi Partai Nasdem maka saya memilih mundur"
Sultan Resmi Mundur dari Nasdem
Kamis, 7 Juli 2011 | 19:52 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X -
SLEMAN - Berubahnya organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) menjadi parpol Ketua Pembina Nasdem Sri Sultan Hamengku Buwono X yang duduk sebagai ketua dewan pembina ormas tersebut memutuskan keluar.

"Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) akan menjadi partai politik, karena saat ini ada deklarasi Partai Nasdem maka saya memilih mundur," katanya di Cangkringan, Sleman, Kamis (7/7).

Sultan mengaku kesulitan untuk menjelaskan kepada kader Nasdem terkait perubahan ormas tersebut menjadi partai. "Di daerah banyak sekali anggota Nasdem ini dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), saya sulit untuk menjelaskan kepada mereka bagaimana Ormas Nasdem dan Partai Nasdem. Apalagi simbol Partai Nasdem hampir sama dengan Ormas Nasdem dan hanya di balik saja, tulisannya juga sama," tuturnya.

Komitmen awalnya, saat bergabung dengan ormas Nasdem, ia menuturkan, adalah menjadi kekuatan politik menjadi partai politik. "75 persen pengurus Nasdem itu PNS, tentu mereka tidak bisa menjadi anggota partai," ujarnya.

Dalam pengunduran diri itu, Sultan menggunakan surat yang berlogo Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Sebab menurut dia, hal itu merupakan sikap pribadi.

"Itu kesadaran saya sendiri, dalam surat itu sudah jelas. Pengunduran itu pun tidak ada kaitannya dengan polemik status keistimewaan DIY yang sedang dibahas di DPR," tuturnya.

Mengenai Partai Nasdem, ia mengaku heran. Sebab, nama dan lambang partai sama. "Karena ketidakjelasan ini maka saya memilih mundur dan tidak akan bergabung dengan partai apapun," katanya menegaskan.

Ketika ditanya kemungkinan bergabung dengan partai atau ormas lain, Sultan menegaskan bahwa dirinya belum menentukan pilihan. "Belum tahu kedepannya, yang pasti saya kecewa dengan partai," katanya.

Sultan menjelaskan dirinya tidak akan ambil pusing terkait komentar dari dari Surya Paloh maupun kelanjutan Nasdem DIY yang dipimpin GKR Pembayun yang merupakan puterinya itu.

Terkait posisi putrinya di Nasdem, ia menilai hal itu merupakan sikap sendiri-sendiri. "Dengan berbentuk ormas, maka Nasdem akan mengabdi tanpa kepentingan pada kekuasaan, sementara partai berorientasi pada kekekuasaan semata. Kami ingin mengabdi dengan tulus, bukan sekedar politik," pungkasnya. [mad]

  
  
Berita Terkait: