Kamis, 12 Desember 2019 | 22:51 WIB
Politik
"Keluarnya Sultan dari Nasional Demokrat (Nasdem) kemungkinan membawa berkah terkait dengan harapan masyarakat. Banyak kalangan termasuk saya menilai bahwa Sultan sangat elok jika menjadi pemimpin semua partai dan organisasi masyarakat (ormas), karen
Hidayat: Sultan Mundur dari Nasdem Membawa Berkah
Jumat, 8 Juli 2011 | 22:13 WIB
Hidayat Nur Wahid/foto.mhidayatnurwahid.com -
Yogyakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hidayat Nur Wahid menilai keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mengundurkan diri dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) adalah langkah yang tepat.

Sebab, menurut dia, pengunduran diri itu akan memberikan efek positif bagi Sultan sendiri dan Yogyakarta. "Keluarnya Sultan dari Nasional Demokrat (Nasdem) kemungkinan membawa berkah terkait dengan harapan masyarakat. Banyak kalangan termasuk saya menilai bahwa Sultan sangat elok jika menjadi pemimpin semua partai dan organisasi masyarakat (ormas), karena beliau pemimpin Yogyakarta," katanya di Yogyakarta, Jumat (8/7).

Ia menuturkan, alasan keluarnya Sultan karena ada sesuatu yang kurang berkenan terkait dengan kemunculan Partai Nasdem tersebut dan bukan karena keistimewaan. "Publik tentu masih ingat bahwa sejak awal Nasdem tidak menjadi partai politik (parpol), tetapi kemudian muncul Partai Nasdem yang simbol dan lambangnya 99,9 persen sama dengan ormas Nasdem," tuturnya.

Terkait keputusan mundurnya Sultan itu, Hidayat mengaku sangat mendukung. Karena, keputusan itulah yang memang diharapkan masyarakat termasuk dirinya.

"Saya berharap jika Sultan ditetapkan menjadi gubernur DIY bisa menjadi milik semua dan bukan milik ormas atau parpol tertentu. Hal itu akan menjadikan Sultan bisa mengayomi dan bekerja sama dengan semua kalangan, dan mereka juga akan merasa bahwa beliau adalah pemimpin semuanya," bebernya.

Dengan begitu, ia melanjutkan, dengan posisi Sultan saat ini membuatnya lebih memungkinkan untuk membangun dan membesarkan semuanya, karena gubernur adalah pemimpin untuk semua kalangan. "Jadi, Sultan lebih baik tidak di parpol. Sultan lebih baik menjadi pemimpin yang mengayomi semua kalangan," tandas Hidayat.