Rabu, 26 Februari 2020 | 21:18 WIB
Politik
Keberadaan PPP akan berjuang untuk bisa memberikan manfaat kepada masyarakat bukan mengambil manfaat dari masyarakat.
PPP Berniat Bisa Kembalikan Kejayaannya
Sabtu, 13 Agustus 2011 | 01:44 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali [foto-MI] -
Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali bertekad mengembalikan kejayaan partainya sebagai satu-satunya partai yang berazaskan Islam.

Oleh karena itu, tambah Suryadharma ingin membuat kiat agar PPP dapat mencapai tujuannya itu. Salah caranya dengan memberikan manfaat kepada masyarakat bukan mengambil manfaat dari masyarakat.  Karena, partai dengan ideologi dan perjuangan apapun tidak akan dipilih rakyatnya kalau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Tidak peduli azasnya kalau hanya mengambil manfaat, pasti tidak akan dipilih. Karena itu, PPP ingin memberikan mafaatnya kepada rakyat. Untuk itu partainya harus memiliki kader-kader yang mumpuni, bukan hanya yang mengambil manfaat dari masyarakatnya saja," kata Suryadharma kepada wartawan dalam acara buka puasa bersama di kediamannya, Jakarta, Jumat (12/8).

Karena, diakuinya masih yakin terhadap partai Islam, PPP tidak akan ditinggalkan oleh pemilihnya. Kendati, banyak kalangan berpendapat partai dengan basis Islam akan ditinggalkan oleh pemilihnya. "Oleh sebab itu sebagai partai Islam satu-satunya saat ini, PPP pun akan berjuang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya beralasan.

Untuk membesarkan kembali PPP itu, Suryadharma berharap agar tokoh-tokoh bekas PPP dulu bisa kembali bergabung kembali untuk mencapai tujuan tersebut. Sebab, setelah reformasi tahun 1998-1999, tegas Suryadharma, banyak tokoh PPP mendirikan partai baru. Bila mereka kembali bergabung, pasti PPP akan kembali menjadi partai besar.

Memang, Suryadharma mengakui PPP tetap bisa tampil dalam panggung politik nasional saat ini bukan hanya disebabkan tokohnya. Tetapi, lebih karena faktor Kabah yang diartikan sebagai simbol pemersatu.

"Di PPP tidak ada batasan antarumat, karena di PPP ada NU dan ada juga  Muhammadiyah dan sebagainya. Melalu, PPP sebagai partai bisa memersatukan itu semua, semoga bisa menjadi besar kembali," katanya berharap. [kgi]