Senin, 18 November 2019 | 03:51 WIB
Politik
"Itu hak asasi masing-masing kader. Menurut kami, tidak ada masalah, bertahan tidak masalah, mundur juga tidak masalah. Sekali lagi, itu hak setiap kader."
Sultan Hormati Keputusan Paloh Keluar dari Golkar
Kamis, 8 September 2011 | 17:55 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X -
KULON PROGO - Sikap Surya Paloh yang memilih keluar dari keanggotaan Partai Golkar mendapat apresiasi dari rekannya yang pernah di Ormas Nasional Demokrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menghormati keputusan pengunduran diri Paloh sebagai kader Partai Golkar.

"Itu hak asasi masing-masing kader. Menurut kami, tidak ada masalah, bertahan tidak masalah, mundur juga tidak masalah. Sekali lagi, itu hak setiap kader," tegas Sultan HB X di Gedung Kesenian Wates, usai Syawalan, Kamis (8/9).

Namun, buru-buru ia menegaskan bahwa pengunduran diri mantan Penasihat Partai Golkar tersebut belum tentu membelah peta kekuatan politik internal. "Belum tentu," ujar Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Sementara ketika ditanya mengenai kesiapan Sultan menjadi calon presiden Sultan mengemukakan, "Terlalu dini, saya mengatakan akan mencalonkan jadi capres," katanya.

Sebelumnya, Surya Paloh mengatakan, mengundurkan diri dari Partai Golkar karena partai berlambang pohon beringin tersebut sudah tidak membutuhkan dirinya lagi. "Saya lihat Golkar tidak lagi memerlukan orang, seperti saya. Saya juga tidak memerlukan Golkar lagi," katanya.

Ia juga mengatakan, keputusannya keluar dari Partai Golkar bukan akhir dari karir politik praktisnya. Dia meyakini, karir politiknya tidak akan berakhir seiring keputusannya keluar dari Golkar.

"Saya anti-klimaks di Golkar. Saya lihat wajah di kaca tidak tua-tua amat, jadi sayang amat kalau saya anti-klimaks dengan semuanya," katanya.

Menurut dia, pengunduran dirinya tidak terkait momentum pemilihan presiden 2014. Dia menambahkan, dirinya akan fokus pada kerja-kerja sosial bersama Ormas Nasional Demokrat.

"Saya sejujurnya tidak terpikirkan untuk menjadi capres, masih terlalu panjang untuk 2014 itu. Pepatah Inggris menyatakan, air di gelas ketika di bibir saja banyak sekali hal yang akan terjadi. Apalagi tiga tahun mendatang," kata Surya Paloh. [mad]

  
  
TERPOPULER
Index +