Kamis, 25 April 2019 | 01:01 WIB
Politik
Harapan itu, sebetulnya tidak hanya datang dari lapisan masyarakat saja melainkan juga dari politikus yang ada di parlemen
Hakim Agung Terpilih Harus Tegakan Keadilan
Sabtu, 1 Oktober 2011 | 02:07 WIB
Ketua DPR, Marzuki Alie [foto-skalanews/eddytarigan] -
Skalanews – Ketua DPR, Marzuki Alie berharap enam hakim agung yang terpilih kemarin di Komisi III bisa menegakkan keadilan seperti yang diharapkan rakyat. Pasalnya, hakim agung itu merupakan pintu terakhir bagi pencari keadilan.

Hal itu disampaikan Marzuki kepada wartawan seusai salat di gedung DPR, Jumat, Jakarta (30/9). Harapan itu, diakui Marzuki sebetulnya tidak hanya datang dari masyarakat saja melainkan juga dari politikus yang ada di parlemen.

"Banyak harapan dari publik terkait dengan hakim agung baru ini, termasuk politikus dan saya," akuinya  

Itu sebabnya, harap Marzuki, terpilihnya enam hakim agung baru itu semoga dapat memberikan dampak perubahan terhadap penegakan sepremasi hukum Indonesia. "Mereka yang terpilih harus betul-betul menegakkan keadilan sebagaimana harapan masyarakat," tandasnya Marzuki dengan tegas.

Seperti yang diketahui, Komisi III DPR tadi malam menetapkan enam calon hakim agung untuk mengisi posisi pimpinan tertinggi di Mahkamah Agung (MA). Enam nama hakim agung itu pun akhirnya dipilih melalui pemungutan suara (voting).

Mereka yang terpilih antara lain adalah Suhadi (Panitera MA untuk kompetensi hakim agung pidana), Topane Gayus Lumbuun (anggota Komisi III DPR untuk kompetensi hakim agung pidana), dan Andi Samsan Nganro (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kota Samarinda untuk kompetensi hakim agung pidana).

Lalu, ada Nurul Elmiyah (Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk kompetensi hakim agung perdata), Harry Djatmiko (Hakim Pengadilan Pajak kompetensi Hakim Agung Tata Usaha Negara (TUN)/Pajak), dan Dudu Duswara Machmuddin (Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk kompetensi Hakim Agung Pidana).

Berdasarkan hasil voting, Suhadi memperoleh suara terbanyak dengan 51 suara, disusul Gayus Lumbuun 44 suara, Nurul Elmiyah 42 suara,Andi Samson Nganro 42 suara, Dudu Duswara Machmuddin 34 suara,dan Harry Djatmiko 28 suara. (kristian ginting/bus)