Selasa, 25 Juni 2019 | 08:40 WIB
Politik
Nilai potensi kerugian cukup besar yakni Rp 17,9 triliun di tahun 2009 dan Rp 19,7 triliun di tahun 2010.
DPR Akan Telusuri Temuan BPK Soal Listrik
Rabu, 5 Oktober 2011 | 13:36 WIB
Wakil Ketua DPR Pramono Anung -
Skalanews - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan akan menelusuri hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya potensi kerugian negara pada sektor hulu listrik.

"Kami akan terlusur hasil temuan BPK tersebut. Kami konsen, karena angkanya cukup bersar," ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/10).

Dia mejelaskan, berdasarkan temuan BPK, nilai potensi kerugian cukup besar yakni Rp 17,9 triliun di tahun 2009 dan Rp 19,7 triliun di tahun 2010. Selain itu, kata dia, DPR dan pemerintah tengah membahas rencana kenaikan tarif listrik.

Nantinya, hasil audit itu akan diserahkan kepada Panitia Kerja Hulu Listrik di Komisi VII. Menurut Pramono, audit BPK itu dilakukan atas dasar permintaan Panja. Nantinya, akan dilihat dari dua perspektif yakni pengambil kebijakan dan pihak yang menerima manfaat itu.

"Nanti akan dilihat apakah temuan ini betul-betul merupakan potensial kerugian atau ada para pihak yang memanfaatkan hal itu sehingga memperoleh keuntungan bagi pribadi atau perusahaan," tegasnya. [pay]