Minggu, 19 Mei 2019 | 19:31 WIB
Politik
"PKS akan tetap konsisten berada dalam pemerintahan dan koalisi hingga 2014, selesainya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Saya kira itu keputusan Majelis Syuro PKS."
PKS Dipastikan takkan Meninggalkan SBY-Boediono
Senin, 24 Oktober 2011 | 22:01 WIB
Anggota Majelis Syuro PKS, Salim Segaf al-Jufri [foto-ist] -
Skalanews - Meski jatah kursi menterinya dikurangi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, Partai Keadilan Sosial (PKS) memastikan tidak akan keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) yang merupakan gabungan parpol koalisi dan pemerintahan.

Penegasan tersebut, disampaikan Menteri Sosial, Salim Segaf al-Jufri. Salim yang juga merupakan anggota Majelis Syuro PKS itu menegaskan, bahwa parpolnya akan tetap konsisten berada dalam koalisi hingga pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berakhir.

"PKS akan tetap konsisten berada dalam pemerintahan dan koalisi hingga 2014, selesainya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Saya kira itu keputusan Majelis Syuro PKS," tegasnya di Jakarta, Senin (24/10).

Salim menegaskan bahwa suara-suara sumbang yang keluar dari pengurus DPP agar PKS keluar dari koalisi, adalah suara individu kader. Sehingga, dengan begitu tidak mewakili partai PKS secara organisasi.

"Berkoalisi atau tidak itu keputusan Majelis Syuro PKS. Jika ada suara yang menyatakan akan keluar dari koalisi itu pernyataan individu, tidak mewakili partai dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Salim. [mad]