Senin, 23 September 2019 | 12:02 WIB
Politik
Kekayaan alam dan kesejahteraan rakay Papuan tak berbanding lurus dengan kenyataan.
Marwan Jafar: Gejolak di Papua dan PT Freeport Saling Terkait
Kamis, 3 November 2011 | 14:11 WIB
Kehadiran PT Freeport Indonesia dirasa tak ada manfaatnya -
Skalanews - Gejolak di tanah Papua dan PT Freeport sepertinya selalu saling terkait. Apa yang terjadi di Freeport akan selalu 'membakar' Papua. Karena itu, beberapa pihak selalu mengaitkan antara PT Freeport dan kekerasan yang kerap melanda rakyat Papua.

"Tak salah bila orang selalu mengaitkan kedua hal itu," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar lewat rilis yang disampaikan kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (3/11).
 
Marwan menjelaskan, ada dua hal kenapa gejolak di Papua dan Freeport saling terkait. Pertama, adalah kekayaan alam yang melimpah di Papua membuat masyarakatnya merasa terasing dengan tidak adanya kesejajteraan bagi mereka.

Itulah yang menyebabkan masyarakat Papua sensitif bila ada hal yang menyinggung mereka, kata Marwan.

Kedua, kata Marwan, dengan kehadiran Freeport yang sedari awal memang "kasuistik" menambah makin sensitifnya rakyat Papua. Sebab, selama keberadaan Freeport di sana, masyarakat tak merasakan manfaat apapun.

"Ini bukan berarti Freeport tidak memberikan dana bagi hasilnya pada pemerintah RI,tetapi pemerataan manfaat belum diwujudkan," kata Marwan. Lebih lanjut Marwan menerangkan, dari masalah itu, ada banyak pihak yang memanfaatkan sebagai komprador berperan secara misterius yang akibatnya terjadi penumpukan manfaat pada segelintir orang.

"Seperti ribut soal dana keamanan. Ini kan menimbulkan pertanyaan bagi rakyat. Dana untuk kepolisian menurut UU diambil dari APBN,dan bukan dari Freeport?" katanya.[Kristian Ginting/Pay]