Sabtu, 16 November 2019 | 09:13 WIB
El Clasico 2019-2020 Terancam Tidak Bisa Digelar di Kandang Barcelona
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:56 WIB
El Clasico -

Skalanews - Laga El Clasico La Liga Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid terancam tidak bisa digelar di Camp Nou. Rencananya, laga ini dimainkan pada 26 Oktober 2019.

Hal ini disebabkan isu kemerdekaan Catalan sedang ramai disuarakan. El Clasico dikabarkan rentan dijadikan panggung politik oleh kaum elit setempat.

Karena alasan keamanan, pihak berwenang ingin laga itu dipindahkan ke Santiago Bernabeu, markas Real Madrid. Dengan demikian, Barcelona akan menjadi tuan rumah pada pertemuan kedua nanti yang digelar 2020.

Seperti dilansir dari Goal International, Rabu (16/10), pihak berwenang sudah mengirimkan permintaan pemindahan tempat kepada kedua klub bersangkutan. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) pun telah memberi konfirmasi soal itu.

"RFEF telah menerima permintaan dari LFP dan telah memberikan masalahnya kepada Komite Kompetisi, yang sudah melimpahkan situasinya kepada klub," demikian bunyi pernyataan RFEF.

"FC Barcelona dan Real Madrid punya waktu sampai hari Senin untuk memberikan respon. Setelah [komentar mereka] diterima dan dianalisis, kompetisi akan membuat keputusan," tandasnya.

Permintaan tersebut datang setelah terjadi bentrokan antara warga lokal Catalan dan polisi, belum lama ini. Demonstrasi besar-besaran pun rencananya dihelat pada hari yang sama saat El Clasico berlangsung.

Kerusuhan yang terjadi di tengah kota dipicu hukuman sembilan hingga 13 tahun penjara yang dijatuhkan kepada pemimpin kelompok separatis. Barcelona sudah memberikan pernyataannya seputar keputusan tersebut.

"Penjara bukanlah solusi. Penyelesaian konflik di Catalonia harus keluar secara eksklusif dari dialog politik," demikian bunyi pernyataan dari klub, seperti dikutip dari Goal International.

"Oleh karenanya, klub meminta semua pimpinan politik untuk memimpin proses dialog dan negosiasi untuk menuntaskan konflik ini, yang juga harus memungkinkan pembebasan pemimpin sipil dan politik yang dihukum." (day)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar