Kamis, 13 Desember 2018 | 06:49 WIB
Proliga 2019 Segera Bergulir
Rabu, 28 November 2018 | 18:44 WIB
Para perwakilan peserta Proliga 2019 Denny Hendry Wijaya (PLN), Widi Triyoso (pertamina putri), Tachyan Iskandar (bjb), Alit ZA (Popsivo), Loudry Maspaitella (BNI) - [PBVSI]

Skalanews -Kompetisi bola voli Proliga 2019 akan segera bergulir. Sebanyak lima tim putri dan enam putra akan bersaing di kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia itu.

Proliga edisi ke-18 ini akan bergulir mulai 7 Desember 2018 hingga 24 Februari 2019. Delapan kota akan akan menjadi tempat perhelatan.

GOR Amongrogo Yogyakarta bakal menjadi awal digelarnya Proliga 2019, 7-9 Desember  2018. Kompetisi akan ditutup di tempat yang sama pada 24 Februari 2019.

Kota lainnya adalah GOR Tridharma Gresik (14-16 Desember 2018), GOR C'Tra Arena Bandung (21-23 Desember 2018), untuk putaran pertama.

Kemudian dilanjut putaran kedua di Gedung PSCC Palembang (11-13 Januari 2019), GOR Bulu Tangkis Pekanbaru (18-20 Januari 2019),  dan GOR Sritex Arena (25-27 Januari 2019).

Sementara final four pertama di GOR Joyoboyo Kediri (8-10 Februari 2019), final four kedua di GOR Ken Arok Malang (15-17 Februari 2019), dan ditutup grand final di GOR Amongrogo (23 dan 24 Februari 2019).

Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty menyatakan Proliga 2019 berbeda dengan edisi sebelumnya. Proliga kali ini dilaksanakan lebih awal yakni Desember 2018. Ini dikarenakan ada Pilpres serta Pileg tahun depan.

"Kita menghormati adanya pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada April 2019. Makanya waktunya lebih awal," ujar Hanny pada acara kick-off dan konperensi pers Proliga 2019 di Jakarta, Rabu (28/11).

Perbedaan lainnya, pada kompetisi musim ini pelaksanaan final yang biasanya berlangsung Hari Minggu, untuk perebutan juara putra dan putri. Kali ini final putri dilangsungkan Sabtu dan final putra Minggu.

Selain itu, perebutan peringkat ketiga dan keempat yang tadinya diperebutkan saat laga final four, kini dilangsungkan pada grand final di mana putri Sabtu dan putra Minggu.

Menurut Hanny, pelaksanaan final menjadi dua hari disebabkan adanya minat penonton yang begitu membludak selama pada laga final sebelumnya di Yogyakarta. "Dengan adanya final dua hari ini diharapkan penonton terbagi dua, Sabtu dan Minggu," ucap Hanny.

Kompetisi Proliga 2019 ini diikuti lima tim putri dan enam putra. Lima tim putri yaitu Jakarta Pertamina Energi, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Bandung Bank BJB Pakuan, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Elektrik PLN.

Sedangkan enam tim putra antara lain Surabaya Bhayangkara Samator, Palembang Bank SumselBabel, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Jakarta Garuda, Sidoarjo Aneka Gas Industri.

Terdapat dua nama tim baru, di bagian putra, yang akan berkiprah pada musim ini yakni Jakarta Garuda dan Sidoarjo Aneka Gas Industri.

"Ya dua tim itu adalah peserta baru pada Proliga 2019," ucap Hanny.

Pelaksanaan Proliga melibatkan pemain asing. Setiap tim diwajibkan memasukkan minimal satu pemain asing dan maksimal dua.

Setiap pemain asing yang bermain diwajibkan melengkapi KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) yang dikeluarkan Imigrasi dan ITC (International Transfer Certificate) yang dikeluarkan FIVB.

"Tanpa dilengkapi itu, pemain asing tidak bisa bermain di Indonesia," tandas Hanny. [day]

 

NB: Foto (PBVS) 


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar