Sabtu, 23 Maret 2019 | 02:37 WIB
Hendra/Ahsan Ungkap Kunci Sukses Juara All England
Senin, 11 Maret 2019 | 14:26 WIB
Hendra/Ahsan Ungkap Kunci Sukses Juara All England - [badmintonindonesia.org]

Skalanews - Gelar juara ganda putra All England 2019 diraih Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Ganda senior Indonesia itu mengalahkan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam laga final di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (10/3) malam WIB.

Hendra/Ahsan kalah 11-21 di game pertama. Tetapi, juara All England 2014 ini bangkit dan menang di dua game berikutnya dengan skor 21-14 dan 21-12.

Pada laga final, Hendra tampil tidak dalam kondisi fit. Pebulu tangkis 34 tahun itu mengalami cedera betis di kaki kanannya.

Namun, penampilan Hendra/Ahsan mampu menepis keraguan publik akan performa mereka di final.

"Saya fokus ke pertandingan hari ini, sebisa mungkin nggak mikirin kaki saya. Sakitnya masih terasa, tapi lebih baik dari kemarin. Motivasinya harus tinggi, ini partai final dan di All England, kami nggak mau kalah begitu saja," ujar Hendra usai pertandingan seperti dikutip dari Badminton Indonesia, Senin (11/3).

"Kunci kemenangannnya adalah fight, tetap semangat dan menjalankan strategi dengan pengalaman kami. Dalam keadaan tertekan, kami tetap tenang. Kalaupun kalah kami harus beri perlawanan, harus bisa semaksimal mungkin, dan alhamudlilah kami bisa melalui itu," tambah Ahsan.

Prestasi ini merupakan ulangan keberhasilan Hendra/Ahsan di All England. Pada 2014, mereka juga meraih gelar All England.

"Bedanya gelar 2014 dengan yang sekarang bedanya di umur. Dulu muda, sekarang belum terlalu tua, ha ha. Sekarang pemain muda banyak yang kuat-kuat. Kami hanya bisa fokus, bisa gunakan pengalaman, itu berguna," ujar Ahsan.

"Sama dengan Ahsan, yang 2014 dan ini bedanya di umur. Pasti ada rasa spesial, ini turnamen paling tua, bergengsi, senang bisa juara di sini lagi," tambah Hendra.

Keberhasilan Hendra/Ahsan membuat Indonesia menyambung tradisi gelar All England yang tak terputus sejak 2016. Pada 2016, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menjadi juara.

Dilanjutkan dengan pasangan ganda putra Kevin/Marcus pada 2017 dan 2018. Sebelumnya pada 2012, 2013, dan 2014, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengukir sejarah dengan mencetak gelar hat-trick. [day]


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar