Selasa, 25 Juni 2019 | 05:12 WIB
Piala Sudirman 2019
Lawan Denmark, Indonesia Belum Putuskan Pemain Tunggal Putra
Rabu, 22 Mei 2019 | 02:37 WIB
Hendry Saputra Ho - [ist]

Skalanews - Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra Ho belum memutuskan siapa yang akan diturunkan dalam laga Indonesia melawan Denmark pada penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019. Laga ini bakal dimainkan di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Tiongkok, Rabu (22/5) petang.

Indonesia membawa tiga tunggal putra ke Piala Sudirman 2019, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito. Namun, Anthony dan Jonatan punya peluang terbesar untuk dimainkan melawan Viktor Axelsen yang kemungkinan besar akan diturunkan Denmark.

Anthony tercatat dua kali menang dalam pertemuan terakhirnya dengan Axelsen dan satu kali kalah di pertemuan pertama. Sedangkan Jonatan pernah sekali menang dan tiga kali kalah dari Axelsen.

"Penentuan pemain yang turun itu last minute, nanti ditentukan setelah rapat tim, kan ini pertandingan beregu. Intinya siapa pun yang diturunkan, yang penting selama dia bisa fokus, tidak melakukan kesalahan sendiri, kami yakin pasti bisa," kata Hendry di Nanning, Selasa (21/5), seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

"Di pertemuan terakhir dengan Axelsen, Jonatan kalah di finishing, mati sendiri dan cara mainnya salah, salah stroke, sehingga mudah dimatikan lawan. Anthony pernah mengalahkan Axelsen, tapi jangan dilihat hanya dari rekor pertemuan, Anthony harus bisa kurangi kesalahan sendiri dan mainnya lebih fokus," papar Hendry.

Hendry menambahkan bahwa penentuan pemain bukan hanya dilihat dari track record dan peluang, namun juga kondisi terakhir dan kesiapan atlet. Penampilan Anthony di laga penyisihan pertama melawan Toby Penty dari tim Inggris juga dikatakan Hendry tak bisa menjadi patokan karena lawan masih belum seimbang.

"Dilihat juga dari feeling terakhirnya bagaimana? Kalau pilih yang pasti menang kan pasti susah, dua-duanya kalau dipilih masih diharapkan bisa menang, bukan dipastikan menang," tutur Hendry.

"Kita semua tahu bahwa Axelsen pemain berpengalaman, mainnya bagus dan tidak mudah dikalahkan, yang penting pemain kami siap dan bisa antisipasi permainan lawan."

"Penampilan Anthony kemarin tidak bisa dijadikan patokan karena standarnya lawan di bawah Anthony satu tingkat. Tapi, kemarin Anthony memang harus turun untuk mencoba lapangan, itu harus supaya dapat feeling-nya, tidak bisa dadakan langsung main," papar Hendry.

Hendry menuturkan bahwa kali ini Anthony dan Jonatan dari segi pengalaman sudah lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama di Piala Sudirman dua tahun lalu di Gold Coast, Australia.

"Tiga-empat tahun lalu, Jonatan dan Anthony ibaratnya masih bagaikan bumi dan langit dengan Axelsen, bisa mendekati, saya bersyukur. Tapi kan kita mau berharap lebih? Mau naik level yang lebih tinggi, ya saya harap mereka bisa konsisten, jangan gampang 'buang bola'. Belajar terus, sampai kapan? Sampai terus, sampai menang," jelas Hendry.

"Waktu dua tahun lalu di Gold Coast, Jonatan ketemu Srikanth (India) mainnya masih ngambang. Sekarang sudah mendekati. Kalau menurut saya, Anthony dan Jonatan sudah bisa dibilang satu level dengan Axelsen dan pemain top lainnya, ini menurut pandangan saya, setiap orang kan punya pandangan yang beda-beda. Kalau dari rangking memang masih di bawah, tapi misalnya waktu lawan (Kento) Momota, apakah pemain rangking satu dunia tidak bisa kalah? kan bisa kalah juga," tutupnya. [day]


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar