Selasa, 12 November 2019 | 23:39 WIB
Kembangkan Pasar Modal, OJK Gekar Konferensi IOSCO
Kamis, 21 Januari 2016 | 17:05 WIB
Ilustrasi - [skalanews]

Skalanews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan konferensi International Organization of Security Commission (IOSCO) The Growth and Emerging Markets Committee (GEM-C), dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan efisiensi industri pasar modal.

"Sebagai organisasi yang menghimpun para regulator pasar modal, IOSCO GEM-C bertanggung jawab untuk mengembangkan dan meningkatkan pasar modal yang sedang berkembang. GEM-C merupakan komite di IOSCO beranggotakan pasar modal dari negara berkembang," ujar Kepala Departement Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gonthor R Aziz di Denpasar, Bali, Kamis (21/1).

Selain itu, lanjut dia, komite ini juga menyiapkan program pelatihan dan menyediakan fasilitas untuk pertukaran informasi, teknologi, dan pakar di bidang pasar sekuritas bagi para anggotanya.

"Konfrensi IOSCO GEM-C ini, bukan hanya akan berbagi pengalaman terkait pasar modal di negara masing-masing. Tapi juga membahas isu, serta tantangan pasar modal kedepan. Agenda ini setiap tahunnya digelar untuk mendiskusikan isu-isu penting dan tantangan yang akan dihadapi oleh anggota IOSCO, sebagai pembuat kebijakan dan regulator di negaranya masing-masing," katanya.

Ia mengemukakan, IOSCO menjadi forum utama bagi interaksi dan kerja sama antar pengawas pasar modal sedunia. Dan sekarang beranggotakan lebih dari 170 institusi, yang terdiri dari badan pemerintah, self regulatory organization (SRO), dan institusi lain terkait dengan pasar sekuritas yang dikategorikan dalam tiga kelompok, --yakni "Ordinary Member", "Associate Member", dan "Affiliate Member".

"OJK (sebelumnya Bapepam-LK) sudah menjadi salah satu anggota IOSCO sejak 1984," katanya.

Gonthor R Aziz menambahkan, sebagai organisasi yang menghimpun para regulator pasar modal, IOSCO mempunyai beberapa tujuan, --yakni melindungi investor, menciptakan dan menjaga pasar yang wajar, efisien dan transparan, serta mengurangi risiko sistemik.

"Untuk mencapai tujuan itu, IOSCO telah menetapkan 30 prinsip yang berisi mengenai prinsip-prinsip bagi regulator, emiten, perusahaan efek dan manajer investasi, kontrak investasi kolektif, dan pasar sekunder," paparnya. (ant/tat)