Kamis, 18 Januari 2018 | 09:11 WIB
Pemerintah Tidak akan Hapus Kendaraan Berbahan Bakar Fosil
Sabtu, 16 Desember 2017 | 08:30 WIB
BBM Pertalite - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah tidak akan menghapus keberadaan kendaraan berbahan bakar fosil ketika nanti kendaraan listrik mulai banyak beroperasi.

Jonan dalam acara "2017 Asia Pacific Interfaith Youth Peace Camp" di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat (15/12), mengatakan keberadaan kendaraan listrik nantinya akan tersedia agar masyarakat bisa mendapat banyak pilihan dalam penggunaan kendaraan.

"Enggak dihapus. Diharapkan dua-duanya jalan (kendaraan listrik dan berbahan bakar fosil). Ini kan pilihan," katanya.

Mantan Menteri Perhubungan itu menuturkan Indonesia saat ini masih terus menggodok kebijakan untuk mendorong komersialisasi dan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

"Kita belum apa-apa. Bapak Presiden sendiri berharap mayoritas kendaraan listrik itu ya 2040," katanya.

Pemerintah Indonesia yang sedang mendorong pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi emisi CO2.

Langkah yang akan diambil pemerintah adalah eksplorasi berbagai kebijakan baru dan program insentif guna mendorong penggunaan kendaraan listrik bagi pengemudi dan produsen.

Sebelumnya, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia terkait pengembangan, penggunaan dan ketersediaan kendaraan listrik di Indonesia.

Mitsubishi Motors berperan langsung terhadap transisi menuju era "ekonomi rendah karbon" (low carbon economy) di Indonesia dengan menyediakan 10 kendaraan listrik, antara lain delapan unit SUV Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan dua unit kendaraan listrik murni i-MiEV, serta empat unit pengisian daya (charging units) kepada Kementerian Perindustrian RI dan berbagai organisasi lainnya termasuk universitas/perguruan tingginNasional dan lembaga penelitian.

Perusahaan otomotif asal Jepang itu juga akan melakukan studi bersama untuk menguji efisiensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. (bus/antara)