Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:15 WIB
PT PLN Minta Maaf ke Presiden Jokowi atas Pemadaman Listrik
Senin, 5 Agustus 2019 | 10:54 WIB
-

Skalanews -Direksi PT PLN (Persero) meminta maaf terkait pemadaman listrik serentak yang terjadi di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Minggu (4/8) kemarin.

Permohonan maaf itu disampaikan Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani dihadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8).

"Atas nama direksi kami mohon maaf atas kejadian hari Minggu," katanya.

Dijelaskan Sripeni, terdapat dua sistem kelistrikan di Jawa-Bali yaitu Utara dan Selatan. Masing-masing sistem mempunyai dua sirkuit atau jaringan yang menjadi backbone yaitu jaringan 500 KV.

Pemadaman terjadi karena sistem Utara pada titik di jaringan Ungaran-Pemalang, terjadi gangguan pukul 11.48 WIB, Minggu (4/8). Secara otomatis pasokan listrik dari Timur ke Barat terganggu.

"Pada waktu pindah dari ungaran ke Kasugihan dan Tasik, inilah kemudian membuat goncangan dalam sistem. Goncangan ini kemudian secara proteksi sistem ini melepas," terangnya.

Sripeni kemudian kembali meminta maaf kepada Jokowi terutama soal lambannya penanganan.

"Kami memang mohon maaf Pak, prosesnya lambat. Kami akui Pak. Karena waktu emergency, sistem harus dijaga secara tegangan maupun frekuensi karena kalau frekuensi turun, pembangkit yang sudah beroperasi dikhawatirkan akan lepas kembali," tutupnya. (Frida Astuti/Bus)