Senin, 18 November 2019 | 11:24 WIB
Menteri ESDM Didampingi Kepala SKK Migas Kunker ke Blok Mahakam
Sabtu, 9 November 2019 | 06:21 WIB
Arifin Tasrif dan Dwi Sutjipto melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Blok Mahakam - [ist]

Skalanews - Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Kepala SKK Migas melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke fasilitas Blok Mahakam yang di kelola oleh Pertamina Hulu Mahakam.

Dalam Kunker tersebut Menteri ESDM didampingi pula oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto. Manajemen SKK Migas yang hadir adalah Deputy Operasi Julius Wiratno serta Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi.

Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu dalam paparannya menyampaikan progress Optimasi Pengembangan Lapangan-lapangan (OPLL) Pertamina Hulu Mahakam.

"Salah satunya, bagaimana strategi dan langkah-langkah yang diambil perseroan untuk menekan laju penurunan produksi. Untuk itu, Pertamina merencanakan akan melakukan pemboran 257 sumur di 5 lapangan antara tahun 2020-2022, dengan biaya investasi sebesar 1,5 miliar dolar AS," ujar Darmawan Samsu dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (8/11).

Dalam kesempatan itu, Menteri Arifin memberikan arahan agar Kementerian ESDM, SKK Migas dan Pertamina terus melakukan sinergi untuk bersama-sama bekerja keras menaikkan produksi migas di tanah air.

"Pertamina sebagai operator yang mendapatkan kepercayaan Pemerintah untuk mengelola blok tersebut diharapkan dapat terus menaikkan kapabilitas sumber daya di Pertamina serta mendorong untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang lebih massif," katanya

Terkait transisi alih kelola Blok Mahakam, Menteri Arifin menekankan agar melakukan segala upaya agar penurunan produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Mengingat industri migas memiliki resiko yang tinggi. Untuk itu jajaran Pertamina diingatkan untuk mengedepankan keselamatan kerja dalam operasinya.

Diketahui Blok Mahakam memberikan kontribusi yang besar bagi produksi migas nasional. Pertamina Hulu Mahakam adalah Kontraktor KKS dengan produksi terbesar nomor 4 di Indonesia dengan status blok yang sedang proses transisi dari operator lama ke operator baru (Pertamina Hulu Mahakam).

SKK Migas menaruh perhatian besar di Blok Mahakam sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. SKK Migas terus mendorong Pertamina untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan pengeboran sumur baru di Blok Mahakam.

Hasilnya adalah Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) secara agresif terus melakukan pengeboran di Blok Mahakam.

Di tahun 2019, Pertamina mengebor 121 sumur, melampaui target awal sebanyak 118 sumur. Jumlah ini merupakan tertinggi dalam 7 tahun terakhir, dimana tahun 2012 tercatat sebanyak 105 sumur yang dibor. Peningkatan kegiatan pengeboran sumur terus berlangsung, dan di tahun 2020 ditargetkan mengebor 257 sumur.

Upaya Pertamina menambah produksi migas di Blok Mahakam sepanjang tahun 2019 telah mulai menuai hasil dengan peningkatan produksi di lapangan Handil dari sebelumnya rata-rata sebesar 15 ribu bph – 16 ribu bph menjadi  17 ribu bph dengan keberhasilan pengeboran di sumur Handil Shallow H-LB-177.

Selain itu, SKK Migas melihat ada potensi cadangan yang besar di Blok Mahakam, yang jika berhasil dieksplorasi, maka tidak hanya dapat meningkatkan kembali produksi migas di Blok Mahakam, tetapi juga menambah cadangan migas secara nasional.

Seperti dikatakan, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada kesempatan terpisah, menyampaikan ada potensi yang besar di Blok Mahakam yaitu potensi cadangan gas yang mencapai 10 triliun cubic feet (TCF) atau lebih 5 kali lipat cadangan existing.

Selain itu, sudah tersedianya infrastruktur pendukung yaitu kilang LNG di Bontang, maka setiap hasil produksi di Blok Mahakam dapat dengan cepat dilakukan monetisasi sehingga memberikan pemasukan ke negara dan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas. (deddi bayu/bus/*)